Benda Menyala Diduga Serpihan Roket China Juga Terlihat di Langit Lampung

tim detikNews - detikJateng
Minggu, 31 Jul 2022 14:23 WIB
Screenshot benda merah jatuh dari langit (dok. Istimewa)
Foto: Screenshot benda merah jatuh dari langit (dok. Istimewa)
Solo -

Video benda menyala yang melayang di langit beredar di media sosial. Benda tersebut diduga kuat adalah pecahan roket peluncuran RRT CZ5B milik China.

Video tersebut diunggah oleh salah satu akun TikTok. Benda itu menyala berwarna merah dan melayang di langit. Sedangkan lokasi pengambilan gambar disebut berada di Lampung.

Ahli astronomi dan astrofisika dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin menduga bahwa benda itu merupakan pecahan roket milik China.


"Kalau itu tengah malam tadi, itu adalah pecahan sampah antariksa CZ5B milik RRT (Republik Rakyat Tiongkok)," ujar Thomas dikutip dari DetikNews, Minggu (31/7/2022).

"Alhamdulillah, sampah antariksa besar, bekas roket peluncuran RRT CZ5B berbobot sekitar 20 ton berukuran 30 meter telah terkonfirmasi jatuh di Samudera Hindia tadi malam, 30 Juli 2022, pukul 23.45 WIB," katanya melanjutkan.

Adapun sampah antariksa tersebut memiliki ukuran sekitar 30 meter dengan bobot 20 ton. Pecahannya diperkirakan akan menyebar di beberapa lokasi.

Diperkirakan, lanjut Thomas, kemungkinan pecahannya juga bisa tersebar di Sumatera hingga Kalimantan Barat.

Saat ini, sudah ada laporan pecahan roket itu terpantau kamera Itera di Lampung serta terlihat di titik antara Kalimantan dengan Filipina.

"Data orbit dari pemantauan space-track.org menunjukkan titik jatuh di barat daya Indonesia. Namun bisa jadi ada pecahannya yang mungkin tersebar sepanjang lintasan terakhir orbitnya yang melintasi Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat. Bila ada yang melihat objek langit yang jatuh sekitar pukul 23.45 WIB segera melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN," ungkapnya.

Diketahui, Roket Long March 5B seberat 22 ton milik China kembali memasuki atmosfer bumi setelah "mengantarkan" muatannya ke orbit. Roket tersebut jatuh di Samudra Hindia, tepatnya di dekat Sarawak, Pulau Kalimantan.

Dilansir detikInet, Minggu (31/7/2022) masuknya roket ini ke atmosfer Bumi sudah dikonfirmasi oleh US Space Command, namun saat itu mereka belum bisa memastikan lokasi tepat jatuhnya serpihan roket tersebut, yang memang tidak bisa dikontrol pergerakannya itu.

Sebelumnya, warga Malaysia bernama Nazri Sulaiman, lewat akun @nazriacai, merekam objek di langit yang diperkirakan merupakan Long March 5B dari Kuching, Sarawak Malaysia.



Simak Video "Alasan BRIN Batalkan Rencana Renovasi Rp 6,1 M Ruang Kerja Dewan Pengarah"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/apl)