Selandia Baru Mendadak Warning soal RI, Terkait 'Penyakit Kiamat'

Tim detikHealth - detikJateng
Selasa, 26 Jul 2022 11:48 WIB
PM Australia Tegaskan Tidak Akan Menutup Perbatasan dengan Indonesia akibat Wabah Penyakit Mulut dan Kuku
Ilustrasi. (Foto: ABC Australia)
Solo -

Selandia Baru memberi warning terkait pelaku perjalanan dari Indonesia. Hal ini terkait dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang mewabah.

Dikutip dari detikHealth, Selasa (26/7/2022), Selandia Baru menyoroti PMK yang dianggap sebagai penyakit kiamat bagi sektor pertanian negaranya.

"Penyakit mulut dan kaki selalu dianggap sebagai penyakit kiamat bagi sektor pertanian Selandia Baru," kata Menteri Pertanian Selandia Baru Damien O'Connor kepada wartawan, Senin.


Semua barang yang dikirim ke Selandia Baru dari Indonesia akan diperiksa ketat dan pelaku perjalanan dari Indonesia tidak boleh membawa produk daging ke Selandia Baru. Selain itu, bagasi akan disaring serta akan proses disinfeksi di bandara untuk alas kaki. Perbatasan diperketat.

Damien O'Connor menyebut selama ini Selandia Baru tidak pernah melaporkan adanya PMK dan ingin mempertahankan kondisi itu. Dia juga mewanti-wanti pelaku perjalanan dari Indonesia hingga Malaysia, untuk tidak melakukan kontak langsung dengan hewan.

France24 melansir, memang tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Selandia Baru. Namun, Selandia Baru ingin memastikan tidak ada potensi virus PMK yang dibawa masuk ke negaranya oleh wisatawan.

Di Australia, paket dan bagasi dari China dan Indonesia saat ini tengah diperiksa. Canberra, ibu kota Australia, sejauh ini menolak seruan oposisi untuk menutup perbatasan dengan Indonesia sepenuhnya, tetapi tindakan lebih lanjut belum dikesampingkan.

Penyakit itu dinilai akan menimbulkan kekacauan jika menyebar ke hewan liar.

"Salah satu bahaya besar adalah kaki dan mulut bisa masuk ke hewan liar di Selandia Baru dan itu akan sangat sulit untuk diberantas. Inggris berhasil dalam pemberantasan, sebagian besar hewan itu ada di peternakan - kemungkinan ini bisa terjadi menyebar, seperti yang saya katakan, ke populasi hewan liar, itu akan membuat (pemberantasan) tidak mungkin jadi kita harus mencegahnya," kata O Connor.

"Siapa pun yang pernah ke Indonesia, dari China dan Malaysia, harap berhati-hati, kami memastikan bahwa kami sama waspadanya dari negara-negara tersebut."



Simak Video "Cegah PMK Makin Meluas, Pemkab Lumajang Tutup Sementara 5 Pasar Hewan"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/mbr)