Asap Gudang Pupuk Mranggen yang Terbakar Masih Mengepul, Bau Mirip Belerang

Asap Gudang Pupuk Mranggen yang Terbakar Masih Mengepul, Bau Mirip Belerang

Mochamad Saifudin - detikJateng
Sabtu, 23 Jul 2022 09:56 WIB
Hingga Sabtu (23/7/2022) pagi, asap masih menyelimuti sekitar pabrik gudang pupuk di Mranggen, Demak, yang terbakar sejak Kamis (21/7) petang.
Hingga Sabtu (23/7/2022) pagi, asap masih menyelimuti sekitar gudang pupuk di Mranggen, Demak, yang terbakar sejak Kamis (21/7) petang. Foto: Mochamad Saifudin/detikJateng
Demak -

Asap masih mengepul dari gudang pupuk yang terbakar di Desa Bandungrejo, Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, hingga pagi ini. Namun, ketebalan asap dari kebakaran di gudang perusahaan CV Saprotan Utama itu berangsur menipis dibandingkan kemarin malam.

Pantauan detikJateng di lokasi sekitar pukul 08.40 WIB, Sabtu (23/7/2022), asap sisa kebakaran itu mengepul ke arah barat. Pada Jumat (22/7) malam, asap itu masih tampak kuning pekat. Kini, kekuningan asap itu sudah memudar. Pagi ini asapnya tampak putih dan tipis.

Asap putih itu tertiup angin ke barat sehingga menyelimuti area gedung Rumah Sakit Pelita Anugerah bagian ruang pasien dan ke jalan raya hingga perbatasan Semarang. Diketahui, puluhan pasien rumah sakit tersebut telah dievakuasi.


Sementara itu sejumlah warga tampak mengenakan masker dobel demi mengantisipasi adanya gangguan kesehatan akibat asap tersebut.

"Oh, iya (mengenakan masker dobel). Soalnya ini kan asapnya berbahaya, bahannya kimia semua (yang terbakar). Ini aja pakai masker dobel masih tembus," kata Ghofar, salah satu karyawan di Rumah Sakit Pelita Anugerah saat ditemui di depan RS, Sabtu (23/7).

Ghofar mengatakan asap sisa kebakaran itu masih berbau menyengat. Ia mengumpamakan bau asap itu seperti belerang tapi lebih menusuk.

"Masih menyengat sekali. Baunya seperti belerang, tapi lebih menusuk baunya," ujarnya.

Menurut sekuriti Rumah Sakit Pelita Anugerah, Dwi Hendriyanto, ketebalan asap sisa kebakaran itu lebih tipis dibandingkan kemarin.

"Iya ini ketebalannya agak mending. Tinggal mengikuti arah angin. Ini ke barat lagi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran di gudang pupuk itu terpantau sejak Kamis (21/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Jumat (22/7) malam, polisi menyebut masih ada bara api di dalam gudang.

Asap dari kebakaran itu juga masih mengepul hingga Jumat malam. Ketua RT setempat mengimbau warganya untuk mengenakan masker.

"Memang secara efek dari kebakaran itu asap memang sejak tadi pagi terlihat sangat tebal, bahkan pandangan tidak lebih dari 1 atau 2 meter," kata Ketua RT 6 RW 2 Desa Bandungrejo, Abdul Lathif, saat ditemui di rumahnya, Jumat (22/7) malam.

"Saking tebelnya itu asap, kami mengimbau warga ketika keluar (rumah) ya kita sarankan untuk memakai masker. Agar menghirup udaranya itu nggak langsung kena asapnya," sambungnya.



Simak Video "Kawasan Pantai Pancer Bogor, Surganya ikan tuna di Kawasan Jember"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)