Krajan 'Banjir' Daging Kurban, Kampung Petani di Banjarnegara yang Religius

Uje Hartono - detikJateng
Selasa, 12 Jul 2022 17:02 WIB
Kantor Balai Desa Batur, Banjarnegara, Selasa (12/7/2022). Dusun Krajan masuk wilayah Desa Batur.
Kantor Balai Desa Batur, Banjarnegara, Selasa (12/7/2022). Dusun Krajan masuk wilayah Desa Batur. (Foto: Uje Hartono/detikJateng)
Banjarnegara -

Video tumpukan daging kurban di Dusun Krajan, Desa Batur, Kecamatan Batur, Banjarnegara, viral di media sosial. Dusun tersebut menyembelih 74 ekor sapi dan 229 ekor kambing. Berikut ini fakta dari kampung yang mayoritas penduduknya sebagai petani kentang dan kubis tersebut.

Kepala Desa Batur Ahmad Fauzi mengatakan mayoritas warga di Dusun Krajan merupakan petani kentang dan sayur. Sebagiannya lagi adalah pedagang pasar serta guru hingga karyawan swasta.

"Di sini (Dusun Krajan Batur) mayoritas adalah petani. Sebagian mereka menanam kentang dan kubis. Ada juga yang pedagang pasar, buruh tani, guru dan karyawan swasta," sebutnya saat dihubungi detikJateng, Selasa (12/7/2022).


Ia juga mengungkapkan banyaknya hewan kurban bukanlah yang pertama di wilayahnya itu. Meski tidak selalu sama, namun jumlah hewan kurban setiap tahun mencapai ratusan ekor.

"Ini bukan kali pertama, dari sejak dulu sudah banyak warga yang berkurban. Bahkan jumlahnya sudah ratusan ekor baik kambing atau sapi," lanjutnya.

Selain itu, Fauzi juga menyebut warga di Desa Batur termasuk taat beragama.

"Kalau dari infrastruktur bangunan tempat ibadah, di Dusun Krajan ini ada 22 tempat ibadah. Jadi hampir setiap kampung ada tempat ibadah. Dari jumlah itu, tiga masjid jami, sisanya adalah musala. Tetapi luasan musala ini juga besar, sama seperti masjid di daerah lain," ungkapnya.

Selain infrastruktur bangunan tempat ibadah, juga banyak kegiatan keagamaan. Mulai dari belajar agama untuk usia anak hingga pengajian akbar yang digelar satu bulan sekali.

"Untuk yang rutin, setiap subuh itu ada kuliah subuh. Lalu siang ada madrasah untuk anak-anak SD. Setelah mereka pulang sekolah. Dan ada pengajian remaja usai salat magrib," terangnya.

Sedangkan untuk pengajian akbar, biasanya dilakukan satu bulan atau 40 hari sekali. Dengan mengundang penceramah dari luar daerah seperti Jogja, Jakarta, Solo dan daerah lain.

"Sebagai penyegaran, di sini juga sering mengundang penceramah dari daerah lain. Biasanya setiap satu bulan sekali atau 40 hari sekali. Tetapi kalau yang rutin setiap hari itu ustaz dari Batur yang merupakan lulusan dari beberapa pondok pesantren di Indonesia," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, video penampakan tumpukan daging yang memenuhi ruangan serbaguna berukuran besar di Dusun Krajan viral di media sosial.

Saat dimintai konfirmasi, Ketua Panitia Kurban Idul Adha di Dusun Krajan, Desa Batur, Banjarnegara Ahmad Hidayat membenarkan video itu merupakan wilayahnya. Diketahui aula yang terekam video biasanya digunakan warga untuk beragam kegiatan mulai dari badminton hingga kegiatan imunisasi. Dia mengungkap jumlah hewan kurban di Dusun Krajan meningkat dibanding sebelumnya.

"Jumlah hewan kurban, untuk sapi ada 74 ekor dan kambing 229 ekor," kata Ahmad Hidayat, Minggu (10/7).



Simak Video "Kreasi Warga Gunakan Kreneng Bambu untuk Bungkus Daging Kurban"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/apl)