BPKB Rusak Akibat Kebanjiran, Ini Cara Penggantiannya

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 06 Jul 2022 03:03 WIB
Buku Pemilik Kendaraan Bermotor
BPKB. Foto: Ari Saputra
Solo -

Buku Pemilik Kendaraan Bermotor merupakan sebuah bukti kepemilikan kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor.

Sebagai sebuah bukti kepemilikan, buku ini menjadi bagian dari objek saat jual beli kendaraan secara legal. Tanpa BPKB, kendaraan bermotor bisa dianggap sebagai kendaraan bodong.

Selain itu, BPKB juga bisa digunakan sebagai jaminan utang-piutang, baik di perbankan, lembaga pembiayaan maupun koperasi simpan pinjam.


Karena itu biasanya masyarakat menyimpan BPKB di tempat penyimpanan yang dianggap aman, baik laci, lemari maupun brankas.

Meski demikian, tidak ada jaminan bahwa tempat yang dipilih benar-benar aman. Dalam beberapa kasus, BPKB rusak karena beberapa hal, baik dimakan rayap maupun karena bencana banjir.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir saat buku BPKB yang dimiliki mengalami kerusakan. Mereka bisa mengajukan penggantian BPKB baru.

Adapun prosedur penggantian BPKB yang rusak relatif lebih sederhana dibanding dengan prosedur penggantian BPKB yang hilang. Syaratnya, kondisi BPKB itu masih berwujud dan bisa dilampirkan di berkas permohonan.

Prosedur penggantian BPKB rusak ini telah diatur dalam Peraturan Polri Nomor 7 tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Cara Mengganti BPKB Rusak

Permohonan penggantian BPKB rusak itu bisa dilakukan di Samsat di tempat kendaraan tersebut terdaftar. Permohonan diajukan dengan mengisi formulir dengan dilampiri:

  • Tanda bukti identitas;
  • Surat kuasa bermaterai cukup dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang diberi kuasa bagi yang diwakilkan;
  • BPKB yang rusak;
  • Tanda bukti pembayaran penerimaan negara bukan pajak;
  • STNK; dan
  • Hasil Cek Fisik Ranmor.

Biaya penggantian BPKB di halaman berikutnya..