Cara Mengajukan Gugatan Cerai Tanpa Pengacara dan Bebas Biaya

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 06 Jul 2022 01:05 WIB
Ilustrasi perceraian
Ilustrasi perceraian. Foto: iStock
Solo -

Kehidupan berkeluarga tidak selalu berujung pada kebahagiaan. Seringkali terjadi riak-riak yang menyebabkan keluarga menjadi retak.

Dalam banyak kasus, salah satu penyebab keretakan keluarga adalah perginya seorang suami meninggalkan istri, dan anaknya dengan berbagai alasan. Suami pergi tanpa memenuhi kewajibannya, termasuk memberikan nafkah, selama beberapa tahun.

Dalam situasi seperti ini, seorang istri berada di posisi yang sangat sulit, terutama saat istri tidak memiliki pekerjaan. Dia harus mencari nafkah untuk dirinya sendiri dan anaknya yang pada dasarnya merupakan kewajiban suami.


Sedangkan mengajukan gugatan cerai terkadang menjadi opsi yang tidak masuk dalam pilihan. Bayangan biaya untuk mengurus perceraian, termasuk untuk membayar jasa advokat atau pengacara selalu menjadi bayangan.

Jangankan untuk membiayai urusan perceraian, terkadang biaya untuk kehidupan sehari-hari saja masih sulit untuk dipenuhi. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Dikutip dari laman resmi Pengadilan Agama Bantaeng, sebenarnya mengajukan gugatan cerai bisa dilakukan oleh seorang istri tanpa menggunakan pengacara. Asalkan, gugatan itu dilayangkan dengan alasan yang tepat.

Berdasarkan pasal 19 Peraturan Pemerintah No.9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, maka suami atau istri dapat mengajukan perceraian dengan beberapa alasan.

Alasan Perceraian:

  • Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan.
  • Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.
  • Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.
  • Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain.
  • Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/istri.
  • Antara suami dan istri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.
  • Salah satu pihak (Suami/Istri) beralih keyakinan/pindah agama.
  • Pihak suami melakukan pelanggaran Taklik Talak yang diucapkannya sesaat setelah ijab kabul.

Adapun gugatan tersebut dilayangkan ke Pengadilan Agama bagi pemeluk agama Islam. Sedangkan pemeluk agama lain bisa mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Negeri.

Pada umumnya, saat menggunakan jasa pengacara, masalah surat gugatan sudah dibuatkan oleh pengacara yang digunakan. Namun saat mengajukan gugatan tanpa pengacara, surat gugatan tentunya harus dibuat sendiri.

Cara membuat surat gugatan cerai tanpa pengacara di halaman selanjutnya