Bahaya Perkawinan Sedarah, Anak Berisiko Derita Penyakit Genetik

Tim detikHealth - detikJateng
Senin, 04 Jul 2022 20:19 WIB
Spouses always seem to struggle to keep their relationship alive
Ilustrasi. Foto: Thinkstock
Solo -

Keturunan dari perkawinan sedarah punya risiko lebih besar menderita penyakit-penyakit genetik tertentu. Perkawinan sedarah atau consanguineous marriage adalah pernikahan dengan sesama kerabat hingga sepupu II (great grandparents yang sama).

Hal itu diungkapkan pakar genetika dr Teguh Haryo Sasongko dalam rubrik konsultasi detikHealth. "Penelitian-penelitian secara populasional menunjukkan anak-anak hasil perkawinan sedarah punya risiko lebih besar menderita penyakit-penyakit genetik tertentu," kata dr Teguh dikutip dari detikHealth.

"Terutama yang sifat penurunannya autosomal recessive. Pada sifat penurunan seperti ini, pembawa (carrier) tidak akan menunjukkan tanda-tanda penyakit apapun," imbuh dia.


Dokter Teguh mengatakan, orang-orang dalam satu keluarga memiliki proporsi materi genetik yang sama. Maka itu, suami istri yang memiliki hubungan saudara juga punya risiko membawa materi genetik yang sama. Besar kecilnya risiko itu tergantung pada seberapa dekat kekerabatannya.

"Jika salah satu adalah carrier (pembawa) suatu penyakit autosomal recessive maka terdapat kemungkinan bahwa yang lain juga pembawa. Seberapa besar kemungkinannya bergantung pada seberapa dekat kekerabatannya," ujar dia.

Dokter Teguh menambahkan, anak yang dihasilkan dari perkawinan (sedarah maupun tidak) di mana kedua orang tuanya adalah pembawa suatu penyakit genetik autosomal recessive dapat menderita penyakit tersebut (dengan kemungkinan 25%), dapat menjadi carrier (dengan kemungkinan 50%) atau sama sekali sehat dan bukan carrier (dengan kemungkinan 25 persen).

Penjelasan dokter Teguh ini berkaitan dengan kasus meninggalnya seorang bayi dari hubungan inses atau sedarah yang meninggal dua jam setelah dilahirkan karena kondisi medis yang serius.

Dilansir detikHealth dari DailyStar, Senin (4/7/2022), seorang bayi malang asal Dustlik, Uzbekistan, yang lahir pada 4 Juni 2022 lalu mengalami cacat lahir yang parah karena orang tuanya merupakan saudara kandung.

"Ia dilahirkan dengan ichthyosis bawaan yang parah, serta cacat lahir lainnya yang mengancam jiwa," kata Kementerian Kesehatan Uzbekistan.

Ichthyosis congenita adalah penyakit bawaan yang menyebabkan kulit di seluruh tubuh menjadi kering, pecah-pecah, dan bersisik tebal.



Simak Video "Ricky Martin Gugat Balik Keponakan Atas Percobaan "Membunuh" Reputasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/apl)