Korban Chat Mesum Guru Magelang Posting ke TikTok karena Jengah dan Takut

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 04 Jul 2022 18:37 WIB
Ilustrasi Smartphone
Ilustrasi smartphone. (Foto: Shutterstock)
Magelang -

Kasus chat mesum guru madrasah aliyah (MA) di Kabupaten Magelang meninggalkan rasa takut pada korban. Anak yang menjadi korban chat mesum itu akhirnya memposting chat tersebut karena merasa jengah.

"Anak itu (korban) mengunggah ke TikTok karena merasa jengah, bosan dan jengkel (atas) perlakuan pelaku. Cerita ke orang tua malu dan takut. Ke teman-teman (khawatir) diejekin," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Sosial, PPKBPPPA) Kabupaten Magelang, Fatonah, Senin (4/7/2022).

Fatonah mengatakan korban mendapat pendampingan semenjak chat mesum dari guru tersebut viral di media sosial. Tim pendamping kemudian mendatangi korban pada Jumat (1/7) untuk wawancara dan asesmen.


"Kami baru bertemu sekali (dengan korban), jadi belum bisa mengambil kesimpulan. Dia mengunggah chat tersebut akhirnya menimbulkan kepanikan dan dia belum tahu dampaknya," ujarnya.

"Kita ingin segera selesaikan dampak di belakang ini (pascaviral). Dampak setelah viral ini," tuturnya.

Saat disinggung perihal langkah hukum, Fatonah mengatakan, mereka sedang berkonsultasi dengan keluarga korban. Meski begitu, Fatonah telah berkonsultasi dengan penyidik Unit PPA Polres Magelang.

"Pasal hukum mana yang bisa menjerat pelaku ini. (konsultasi) Pasal mana yang bisa melindungi anak dan bisa diproses secara hukum," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, guru berinisial R itu telah mengakui dirinya mengirim chat mesum kepada siswinya. Kepala sekolah tempat R mengajar, Handono, mengatakan pihak sekolah sudah melakukan klarifikasi terhadap R. Guru tidak tetap (GTT) yang mengajar Matematika tersebut akhirnya dipecat.

Dari klarifikasi itu, terungkap R mengirim chat mesum pada Jumat (17/6). Kemudian chat mesum tersebut viral di media sosial pada Rabu (29/6).

"Akhirnya kita ambil langkah seperti itu (memberhentikan). Saya berharap selesai lah di media sehingga tidak berpanjang-panjang. Karena madrasah kan bagian dari lembaga pendidikan," tutur Handono.



Simak Video "Polisi Ciduk Pria Ngaku Anggota Brimob Tipu Janda di Kudus"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)