Round-Up

Fakta-fakta Tumpahan Minyak di Perairan Cilacap

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 30 Jun 2022 07:19 WIB
Petugas dari PT Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap melakukan penyedotan tumpahan minyak mentah yang dikumpulkan warga di Dermaga PT Pelindo, Jateng, Selasa (28/6/2022). PT Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap bersama nelayan dan warga masih melakukan pembersihan tumpahan minyak mentah yang diketahui pertama kali pada Senin (27/6/2022) sore. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/tom.
Warga kumpulkan tumpahan minyak di perairan Cilacap. Foto: ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIA
Cilacap -

Tumpahan minyak ditemukan di perairan Cilacap sejak Senin sore (28/6/2022). Hingga kini belum diketahui asal muasal tumpahan minyak itu.

Yang pasti, pencemaran itu berdampak pada lingkungan di sekitar pantai. Daerah pantai berselimut cairan pekat.

Kegiatan pembersihan pantai terus dilakukan, baik oleh para nelayan maupun petugas dari PT Pertamina.


Berikut ini beberapa fakta dalam peristiwa itu.

1. Nelayan Tak Bisa Melaut

"Masih banyak kawasan perairan yang masih bercampur minyak sehingga nelayan yang biasa mencari ikan di perairan tidak dapat mencari ikan," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap Sarjono, kepada detikJateng, Rabu (29/6/2022).

Tumpahan minyak membuat nelayan tidak bisa menangkap ikan. Mereka khawatir alat penangkap ikan yang digunakan rusak terkena cairan minyak.

Menurutnya, para nelayan yang tinggal di dekat pantai sudah membantu mengumpulkan minyak yang tumpah dan diserahkan ke Pertamina.

2. Pertamina Lakukan Pembersihan

Hingga kini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas tumpahan minyak itu. Namun, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit Cilacap ambil tindakan.

"Tim telah melakukan penanganan dan pembersihan di area tersebut," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Kilang Cilacap, Cecep Supriyatna dalam keterangan tertulis, dikutip dari detikFinance, Selasa (28/6/2022).

Pertamina hingga kini masih menelusuri penyebab dan sumber dari tumpahan minyak tersebut. Namun, Cecep menegaskan pihaknya masih fokus dengan pembersihan di area terdampak.

3. Polisi Diminta Turun Tangan

Lembaga Penelitian Pengembangan Sumber Daya Lingkungan Hidup (LPPLSH) Purwokerto meminta agar masalah pencemaran minyak di perairan Cilacap, Jawa Tengah ditangani serius. Mereka minta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

"Penyebab pencemaran harus diusut dan disampaikan sehingga nantinya jelas untuk diminta pertanggungjawaban baik perbaikan lingkungan maupun penanganan terhadap nelayan yang terdampak akibat peristiwa tersebut". Demikian penjelasan Direktur LPPLSH Purwokerto Bangkit Ari Sasongko kepada detikjateng. Rabu (29/6/22).

Disamping itu, hal yang segera ditindaklanjuti adalah membersihkan tumpahan minyak dan memberikan kompensasi kepada nelayan yang terdampak.



Simak Video "30.000 Galon BBM Tumpah di Pantai Wisata Bahama"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)