Warga Pasang Spanduk Tolak Truk Galian C Lintasi Jalan Desa Glagah Klaten

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Selasa, 28 Jun 2022 10:19 WIB
Spanduk penolakan truk galian C melintas dipasang di Desa Glagah, Selasa (28/6/2022).
Spanduk penolakan truk galian C melintas dipasang di Desa Glagah, Selasa (28/6/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Warga Desa Glagah, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah menolak wilayahnya dijadikan jalur liar truk angkutan galian C. Warga menolak dengan memasang spanduk.

Pantauan detikJateng di lokasi, Selasa (28/6/2022), spanduk bertuliskan pesan penolakan dipasang warga di jalan desa. Spanduk itu dibentangkan di tengah jalan dengan dasar putih dan tulisan hitam.

Spanduk berukuran sekitar 1x3 meter tersebut berlogo pemerintah desa. Jalan desa yang dipasang spanduk ada yang sudah beraspal dan dicor beton dengan lebar sekitar 3 meter.


Salah seorang warga Desa Glagah, Sunardi menyatakan warga menolak karena akhir-akhir ini banyak truk melintas. Truk nekat melintas jalan desa.

"Warga tidak mau truk melintas, ini kan jalan desa. Terus warga minta ditutup," ucap Sumardi ditemui detikJateng di kiosnya, hari ini.

Truk pengangkut pasir dan batu itu, jelas Sunardi, biasanya melintas setelah pukul 24.00 WIB. Truk tersebut posisinya turun setelah mengambil pasir dan batu.

"Truk itu biasanya setelah pukul 24.00 WIB, truk posisinya turun setelah mengambil muatan dari Gunung Merapi. Muatannya kan berat," sebut Sunardi.

Menurut Sunardi, truk muatan berat itu selain mengganggu masyarakat juga rawan merusak jalan. Truk yang jumlahnya puluhan itu nekat lewat tengah kampung karena jalurnya rusak.

"Jalan disana (jalur galian C Utara desa) rusak. Setelah dipasang spanduk truk tidak berani, kalau tidak dipasang bisa nekat terus," pungkas Sunardi.

Kapolsek Jatinom Iptu Nahrowi menyatakan yang memasang spanduk adalah warga dan pemerintah desa. Truk melintas lokasi belum lama.

"Truk melintas belum lama, tidak sering tapi warga tidak mau. Penyebabnya jalur truk biasanya tidak bagus, kemudian ada truk yang nyelonong lewat desa," ungkap Nahrowi kepada detikJateng.

Polsek, ucap Nahrowi, mengimbau truk galian C untuk tidak nekat lewat perkampungan. Truk diimbau lewat jalurnya.

"Ya kita imbau lewatlah jalur yang sudah disediakan. Jangan memaksakan lewat jalur yang bukan peruntukannya," imbuh Nahrowi.



Simak Video "Baliho Raksasa Ajak Nikah Mbak Maya Nangkring di Klaten"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/mbr)