PPDB SMA di Rembang, Ditemukan Dugaan Rekayasa Kartu Keluarga

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Selasa, 21 Jun 2022 17:55 WIB
Waka Kesiswaan SMAN 1 Rembang, Yulianto, Selasa (21/6/2022).
Waka Kesiswaan SMAN 1 Rembang, Yulianto, Selasa (21/6/2022). (Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng)
Rembang -

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Rembang ditemukan calon peserta didik (CPD) diduga mengelabui panitia melalui rekayasa kartu keluarga (KK). Hal itu diungkapkan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Rembang, Yulianto.

Yuli mengungkap muncul kasus calon peserta didik yang menyerahkan KK di wilayah zonasi, padahal yang bersangkutan rumahnya di luar wilayah zonasi.

"Ada indikasi-indikasi dari CPD sendiri yang masih menggunakan strategi masa lalu. Misalnya ada kemarin itu peserta rumahnya di kecamatan lain, di luar zonasi. Rumahnya di sana, SMP-nya di sana, tapi dia punya KK di daerah Leteh-Rembang," ungkap Yuli saat ditemui detikJateng, Selasa (21/6/2022).


Menurutnya, atas munculnya kasus tersebut, pihaknya telah mendalami dan ada upaya rekayasa dokumen KK. Ia menilai memang secara legalitas dokumen hal itu tidak menyalahi persyaratan, tetapi faktualnya berbeda.

"Ini kan kalau ditelusuri nggak benar. Kalau de jure-nya memang benar. Dia masuk di situ (zonasi), tapi de facto-nya kan dia melakukan sesuatu yang tidak padat, ada rekayasa di situ. Orang tuanya masih hidup dua-duanya, tinggal sama orang tuanya, SMP-nya juga di daerahnya situ, kok KK-nya bisa di sini (di dalam zonasi)," tegasnya.

Yuli mengaku, pihaknya sudah memberikan peringatan melalui tenaga verifikasi panitia PPDB, untuk memberi tahu CPD yang bersangkutan tentang akibat dari merekayasa KK.

"Verifikator sudah memberikan arahan, nanti kalau divalidasi sudah diterima ternyata ada kecurangan itu risiko," tuturnya.

PPDB di SMA Negeri 1 Rembang, kata Yuli, sudah berlangsung sejak Rabu (15/6) lalu. Namun para calon peserta didik baru mulai mendaftar pada Jumat (17/6), sehingga pada Senin (20/6) terjadi penumpukan peserta.

"Hari pertama kedua sepi. Kamis (16/6) itu cuma ada tiga, Jumat (17/6) hanya 10-30 peserta. Hari Seninnya (20/6) kami batasi hanya 200 peserta tetapi yang datang membeludak, yang datang sampai dua kali-lipatnya," ujarnya.

Yuli mengatakan, hal itu disebabkan lantaran pihak sekolah SMP masih ada yang mempersiapkan penyesuaian dokumen kelulusan bagi para siswa-siswinya.

"Faktornya ada yang karena rapornya masih belum dibagikan, kemudian ada sekolah yang masih salah membuat surat keterangan kelulusannya," jelas dia.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Dindukcapil Rembang, Suparmin, menyebut bisa jadi siswa tersebut sengaja dititipkan oleh orang tuanya di KK milik salah satu keluarganya.

"Bisa jadi siswa tersebut dititipkan di KK orang lain, misalnya di neneknya," kata Suparmi, hari ini.

Ia mengungkap semenjak mendekati masa pelaksanaan PPDB, jumlah pemohon pembaruan KK di Dindukcapil meningkat.

"Iya, permohonan perubahan KK akhir-akhir ini meningkat, semenjak PPDB. Kebanyakan perpindahan anak," pungkasnya.



Simak Video "Tawur Sego, Tradisi Saling Lempar Nasi di Rembang"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)