Geger Pria Probolinggo Ngaku Nabi, Ternyata Ada Riwayat Gangguan Jiwa

Geger Pria Probolinggo Ngaku Nabi, Ternyata Ada Riwayat Gangguan Jiwa

Tim detikJatim - detikJateng
Minggu, 12 Jun 2022 20:21 WIB
Pria mengaku nabi di Probolinggo
Foto: Pria mengaku nabi di Probolinggo (Foto: Tangkapan layar)
Solo -

Seorang pria asal Probolinggo, Jawa Timur, Nanang Zainudin bikin geger karena mengaku sebagai nabi. Polisi turun tangan untuk mengecek kejiwaan orang yang mengaku sebagai Nabi Nanang itu.

Dilansir dari detikJatim, Nanang mengunggah sebuah postingan di media sosial jika dirinya adalah soerang nabi. Dia menuliskan soal golongan orang yang masuk neraka dan surga.

Polisi pun telah mendatangi kediaman Nanang di Dusun Kramat, Desa Wangkal, Kecamatan Gading. Apa hasilnya?


"Hasil penyelidikan ada pengakuan dari pihak keluarga kalau Nanang terganggu kejiwaannya," kata Kasi Humas Polres Probolinggo Bripka Muhtar Yuliarto kepada detikJatim, Minggu (12/6/2022).

Muhtar menyebut polisi telah membawa Nanang untuk menjalani tes kejiwaan di rumah sakit. Sehingga, ada pegangan kuat apakah Nanang mengalami gangguan jiwa atau tidak.

"Kita akan melakukan tes kejiwaan di rumah sakit jiwa, apakah benar," terang Muhtar.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan dari keterangan keluarga, Nanang mengalami gangguan kejiwaan sejak 2014. Nanang juga sempat mendapat pengobatan di rumah sakit jiwa (RSJ).

Dari hasil informasi yang kita dapat, saudara NN memiliki riwayat gangguan jiwa sejak tahun 2014, dan sudah pernah menjalani pengobatan di RSJ dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang - Malang," ujar Arsya,hari ini.

Arsya menyebut saat ini Nanang kembali dirujuk ke RSJ Lawang Malang. Hal ini bertujuan agar yang bersangkutan mendapat pengobatan yang tuntas sehingga tidak membuat kehebohan.

"Kami juga berkoordinasi dengan pihak keluarga agar saudara NN benar-benar menjalani pengobatan secara tuntas agar tidak menimbulkan kejadian serupa demi kondusifitas di lingkungan setempat," terang dia.



Simak Video "Greenpeace Soal Penghadangan Aktivis: Mencederai Demokrasi!"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ams)