Kisah Imam Masjid yang Dirobohkan di Sragen Sudah Puasa 2 Bulan Nonstop

Ari Purnomo - detikJateng
Selasa, 07 Jun 2022 18:42 WIB
Pembangunan Masjid Al-Fatah di Kowang, Ngargotirto, Sumberlawang.
Pembangunan Masjid Al-Fatah di Kowang, Ngargotirto, Sumberlawang. (Foto: Ari Purnomo/detikJateng)
Sragen -

Pembangunan Masjid Al-Fatah Kowang, Desa Ngargotirto, Sragen, Jawa Tengah yang terlanjur dibongkar karena tergiur janji dermawan terus berlangsung. Kejadian itu menyisakan kisah imam masjid bernama Soleh yang bernazar berpuasa sampai masjid bisa kembali digunakan salat berjemaah.

"Itu karena saya bernazar, jika bisa memugar dan membangun kembali masjid saya akan berpuasa sampai masjid jadi dan bisa digunakan berjemaah kembali," terang Soleh saat dihubungi detikJateng, Selasa (7/6/2022).

Soleh menyampaikan, dirinya sudah mulai berpuasa sejak April lalu nonstop dan sampai sekarang masih berlanjut. Puasa akan terus dijalankannnya seperti yang pernah dinazarkannya.


"Iya puasa terus sejak April, sampai nanti selesai pembangunan masjid dan bisa digunakan salat berjemaah," lanjut dia.

Dia menyampaikan, Masjid Al-Fatah dibangun saat zaman Presiden Soeharto. Dengan usia yang sudah cukup tua, menurutnya memang sudah saatnya masjid itu diperbaiki.

Rencananya akan ada madrasah yang didirikan di sisi utara masjid tersebut. Namun, kata Soleh, rencana pembangunan madrasah menunggu adanya dana.

"Ini untuk pembangunan masjid dulu, nanti madrasah juga membutuhkan dana. Sebenarnya, saya juga akan dibuatkan rumah di sana, tapi saya ingin masjidnya dulu," kata Soleh.

Diberitakan sebelumnya, donasi untuk membangun masjid yang dirobohkan gegara tergiur janji dermawan itu kini sudah mencapai Rp 1,6 miliar. Jumlah donasi yang terkumpul itu sudah mencukupi untuk membangun masjid sesuai dengan perencanaan awal.

"Untuk penggalangan dana pembangunan masjid sudah melebihi dari kebutuhan yakni Rp 1,6 miliar," terang Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Fatah, Agus Pudiyono saat dihubungi detikJateng, hari ini.

Agus menyampaikan, dengan tercukupinya kebutuhan anggaran untuk pembangunan, maka penggalangan dana untuk Masjid Al Fatah ditutup.

Agus menjelaskan, pada awalnya kebutuhan anggaran pembangunan hanya sekitar Rp 1,5 miliar. Hanya saja, untuk mengantisipasi melonjaknya harga material maka anggaran menjadi Rp 1,6 miliar.



Simak Video "Mampir ke Rest Area Ngawi yang Bangunannya Mirip di Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/ams)