Ganjar Siap Genjot 7.809 Desa di Jateng Jadi Percontohan Antikorupsi

Erika Dyah - detikJateng
Selasa, 07 Jun 2022 17:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri kick off kegiatan pembentukan Desa Antikorupsi tahun 2022 di Lapangan Samping Kantor Desa Pakatto,  Bontomaranmu, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk desa percontohan antikorupsi di 10 provinsi se-Indonesia. Dalam pembentukan tersebut, Desa Banyubiru di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) didapuk sebagai salah satu desa terpilih.

Menyusul hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan menyiapkan 7.808 desa lainnya untuk menjadi desa percontohan antikorupsi nasional. Dia berharap hal itu membuat Jateng terbebas dari korupsi.

"Ini akan jadi pionir. Kita akan genjot yang di Jawa Tengah pulang dari sini saya perintahkan semua desa untuk melakukan ini," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Selasa (7/6/2022).


Hal ini ia sampaikan usai menghadiri kick off kegiatan pembentukan Desa Antikorupsi tahun 2022 di Lapangan Samping Kantor Desa Pakatto, Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ganjar mengaku telah berkoordinasi dengan KPK untuk mewujudkan desa antikorupsi di seluruh wilayah Jateng. Nantinya, KPK akan melakukan pendampingan ke perangkat desa.

"Kita sudah komunikasi dengan KPK agar ada pendampingan agar lebih cepat," tutur Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga meminta jajarannya di desa untuk mengikuti bimbingan teknis (Bimtek). Ia meminta hal ini digencarkan dalam rangka memanfaatkan dana desa untuk pembangunan berkelanjutan.

"Termasuk tadi Pak Menteri Desa juga menyampaikan pembangunannya semuanya mesti tahu. Semua mesti tahu itu perlu Bimtek," tambahnya.

Ia menegaskan Pemprov Jateng berkomitmen mewujudkan desa yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, apabila tiga poin tersebut dapat diwujudkan, keuangan di desa akan menjadi lebih baik.

"Bagaimana menyiapkan daerah untuk bisa berintegritas, transparan, akuntabel menggunakan keuangan negara ini atau bantuan keuangan dana desa dengan baik," jelasnya.