Cuaca Ekstrem di Puncak Lawu, BPBD: Pendaki Jangan Cuma Modal Nekat

Ari Purnomo - detikJateng
Kamis, 02 Jun 2022 15:48 WIB
Pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu, Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (21/6/2020).
Foto: Pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu, Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (21/6/2020). (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Karanganyar -

Cuaca dingin melanda kawasan puncak Gunung Lawu beberapa hari terakhir. Suhu di gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu cukup ekstrem mendekati nol derajat celsius.

Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar, termasuk kawasan Gunung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar meminta para pendaki tidak memaksakan diri.

"Cuaca ekstrem sudah terjadi sejak beberapa hari yang lalu, di kawasan puncak Gunung Lawu suhunya sangat dingin bahkan mendekati 0 derajat celsius," terang Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar Bagus Darmadi saat dihubungi detikJateng, Kamis (2/6/2022).


Bagus menambahkan, sesuai musim sebenarnya sudah masuk musim kemarau. Akan tetapi, justru di puncak Gunung Lawu sekarang ini suhunya semakin dingin dibanding saat penghujan.

"Di puncak Lawu suhunya bisa semakin menurun dan semakin dingin, karena mendekati titik terendah. Bahkan bisa sampai muncul embun es itu," paparnya.

Kondisi tersebut, kata Bagus, sering tidak disadari oleh para pendaki. Sehingga, tidak sedikit yang mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

"Itu yang sering tidak disadari teman-teman yang suka petualang. Mereka kadang hanya modal semangat saja," ucapnya.

"Seharusnya juga modal pengalaman, kondisi ini juga harus dipahami. Dan jangan memaksakan diri bila kondisi fisik tidak memungkinkan, kalau hanya modal nekat bisa membahayakan," sambung Bagus.

Untuk itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pengelola di jalur pendakian. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Meski demikian, lanjut Bagus, hingga kini jalur pendakian masih dibuka untuk umum. Pihaknya akan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jalur pendakian nantinya ditutup jika cuaca ekstrem dinilai sudah membahayakan.

"Bisa saja (ditutup) demi keselamatan semuanya dan tentunya juga koordinasi dengan pihak-pihak terkait," kata dia.

Sementara itu, Anggota Anak Gunung Lawu (AGL) Budi menyampaikan, suhu di Gunung Lawu memang cukup dingin memasuki Juni ini.

"Puncak dinginnya itu ada di bulan Agustus bahkan itu bisa minus dan di puncak kadang ada embun es," urainya.

Budi juga menyampaikan, pihaknya terus mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada para pendaki yang akan melakukan pendakian di Lawu.

"Sebelum naik kami sudah berikan edukasi dan pemahaman, karena suhunya juga rendah. Untuk jumlah pendaki di hari biasa rata-rata 20 orang yang lewat Cemoro Kandang, kalau akhir pekan bisa sampai 150 pendaki," pungkasnya.



Simak Video "Detik-detik Hujan Es Sebesar Kepalan Tangan Hantam Spanyol"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/sip)