15 Kata-kata Bijak Buya Syafii Maarif soal Isu Kebangsaan-Global

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 28 Mei 2022 19:01 WIB
Ahmad Syafii Maarif
Buya Syafii Maarif (Foto: Ari Saputra)
Solo -

Kata-kata bijak tak seperti puisi yang mesti cermat dalam memilih diksi, ritme, dan bunyi. Kata-kata bijak adalah cerminan akal budi. Di balik singkatnya kata bijak, selalu terkandung kepandaian dan keluasan wawasan sang penutur atau penulisnya.

Untuk mengenang kepulangan Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif, Jumat (27/5/2022) pagi, detikJateng menyajikan beberapa pilihan kata atau pesan bijak dari ulama besar dan cendekiawan tersebut. Seluruh kutipan di bawah ini diperoleh dari liputan jurnalis detikJateng dan detiknews pada 2019-2022.

1. "Ya pokoknya bangun budaya kearifan. Kearifan itu penting, pakai bahasa hati. Terutama pejabat publik ya, sehingga tidak menimbulkan pro kontra, kontroversi, itu saja," kata Buya Syafii, Jumat (25/2/2022), soal pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang jadi polemik karena menganalogikan bisingnya suara azan dari toa masjid dengan gonggongan anjing,


2. "Tapi betapapun juga KPK harus dipertahankan. Jangan sampai dirobohkan KPK itu dengan segala kelemahannya. Itu masih ada juga DPR RI ditangkap, anggota DPR, ada bupati, dan segala macam. Ada lah walaupun memang belum maksimal," kata Buya Syafii, Jumat (1/10/2021), soal isu pelemahan KPK, saat 57 pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dipecat per 30 September 2021.

3. "Tidak usah banyak-banyak. Tujuannya apa? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang ini. Kelompok-kelompok yang anti Pancasila, kelompok-kelompok radikal. Itu kalau polisi mengerti agama, mengerti bahasa mereka, akan lebih mudah," Kata Buya Syafii, Selasa (30/11/2021), dikutip dari video usulannya kepada Kapolri agar merekrut santri jadi polisi untuk menangani radikalisme.

4. "Semestinya kalau yang pakai (nama) Islam, membawa keping surga ke muka bumi. Jangan dibalik-balik gitu. Orang yang tidak paham Islam itu menarik (kesimpulan) ini Islam, repot. Islam tidak seperti ini," kata Buya Syafii, Jumat (3/9/2021), soal Taliban menguasai pemerintahan Afganistan.

5. "Perkara mengkritik pemerintah, oke. Tapi sampaikan dengan cara-cara yang elegan, cara-cara yang baik. Dan juga mestinya pemerintah mendengar kritik itu. Jadi jangan jor-joran kekuasaan, itu namanya kita tidak punya kepekaan," kata Buya Syafii, Jumat (3/9/2021) soal banyaknya mural di jalanan yang bernada kritik terhadap pemerintah.

6. "Kita krisis negarawan. Saya katakan, yang banyak politisi muncul. Saya katakan itu yang menyebabkan negara terpontal-pontal."

7. "Sejak kita merdeka itu masih menggantung di awan tinggi sampai hari ini. Tujuan kemerdekaan kan itu, Pasal 33."

Dua pesan Buya Syafii untuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang bertamu ke rumahnya, Sabtu (19/6/2021).

8. "Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual. Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengkritik keras fenomena yang tidak sehat ini," sentilan Buya Syafii soal fenomena mendewakan sosok yang mengaku keturunan Nabi, dikutip dari akun Twitternya @SerambiBuya, 21 November 2020.

9. "Amatlah tidak bijak jika ada sekelompok orang berbicara tentang pemakzulan presiden yang dikaitkan dengan kebebasan berpendapat dan prinsip konstitusionalitas," kata Buya, Selasa (2/6/2020), mengkritik webminar diskusi soal pemakzulan Presiden Joko Widodo yang diselenggarakan Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah.

10. "Kalau sudah terpapar itu memang sulit sekali. Semestinya mereka sudah melihat di sana, ternyata bukan surga. (Tapi) Neraka. Semestinya mereka insyaf dong. Tapi kadang-kadang kalau sudah kehendak Tuhan, masuk ke ranah teologi, teologi itu yang mematikan akal sehat," kata Buya, Senin (10/2/2020), soal proses deradikalisasi mantan kombatan ISIS yang tak semua berhasil.

11. "Dikaji ulang secara mendalam melibatkan para pakar pendidikan yang mengerti betul-betul itu ya, jangan serampangan. Ini bukan Gojek, pendidikan ini," kata Buya, Kamis (12/12/2019),mengingatkan Mendikbud Nadiem Makarim soal rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) mulai 2021.

12. "Kelompok-kelompok ini memang yang terpapar oleh suatu ideologi, yang sesungguhnya ideologi yang sedang bangkrut. Ideologi yang saya katakan itu teologi maut. Teologi maut itu isinya berani mati karena tidak berani hidup," kata Buya Syafii, Jumat (15/11/2019), soal teror bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

13. "Kalau saya, mari pakai pakaian yang nasional saja, tidak macam-macam itu. Karena kita kan sudah punya kultur sendiri, tradisi sendiri, ndak usah tiru-tiru orang lain lah," kata Buya, Minggu (10/11/2019), soal polemik pemakaian celana cingkrang dan cadar di lingkungan perkantoran.

14. "Pernah suatu hari almarhum bercerita tentang Bu Ainun kepada saya. Bu Ainun mengatakan bahwa Pak Habibie adalah manusia tersulit di muka bumi. 'Tetapi sekiranya saya mati dan sempat hidup kembali, saya akan mencari Habibie lagi'," ucap Buya Syafii mengulang cerita Habibie, Rabu (11/9/2019). Kenangan Buya tentang Presiden BJ Habibie yang wafat pada hari itu.

15. "Tingkatkan kearifan. Baik dari Papua, Jakarta, arif semua. Papua ini masuk ke Indonesia kan bukan tahun 1945. Jadi tidak sama dengan Aceh, tapi belakangan. Itu yang harus dipahami. Jadi harus ada pendekatan di samping sosial ekonomi, tapi juga psikoantropologis. Itu yang kurang selama ini. Papua harus diselamatkan," kata Buya Syafii, Selasa (3/9/2019), soal penyelesaian konflik di Papua.



Simak Video "Penjelasan Dokter soal Penyebab Buya Syafii Maarif Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)