Penderita Kretin di Lemahbang Berkurang tapi Masih Harus Perangi Stunting

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Jumat, 27 Mei 2022 18:59 WIB
Suasana di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri. Foto diambil pada Jumat (20/5/2022).
Suasana di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri. Foto diambil pada Jumat (20/5/2022). (Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng)
Wonogiri -

Jumlah penderita kretin di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri semakin menurun di setiap tahunnya. Namun hingga kini Desa Lemahbang masih harus memerangi stunting.

Diketahui, kretin terjadi akibat seseorang kekurangan iodium sejak berada di dalam kandungan. Sehingga bisa mengakibatkan keterbelakangan mental hingga disabilitas. Di Desa Lemahbang, ada 41 warga yang menyandang kretin.

"Semakin tahun penderita kretin di desa (Lemahbang) kami semakin menurun jumlahnya. Namun berbagai upaya terus kami lakukan, pemantauan juga," kata Kepala Desa Lemahbang, Sugito, saat berbincang dengan detikJateng, pada pekan lalu.


Meski jumlah penderita kretin telah menurun, kata dia, pihaknya masih harus menyelesaikan permasalahan stunting di desanya. Sebab, stunting merupakan permasalahan kesehatan yang bisa berdampak pada tumbuh kembang anak.

"Saat ini ada sekitar 23 anak di desa kami yang masuk dalam kategori stunting. Ini kita upayakan dengan pemberian gizi dan pemantauan agar tumbuh kembangnya bisa baik," ungkap dia.

Sugito menuturkan, anak yang mengalami stunting masih bisa diusahakan agar saat besar dapat menjadi sehat. Sementara itu, untuk orang yang sudah tua dan mengalami gangguan tumbuh kembang, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pemantauan dan pemberdayaan merupakan tindakan yang bisa dilakukan.

Sugito menjelaskan, Pemdes Lemahbang selalu memberi perhatian terhadap stunting dan pengidap kretin. Menurutnya, Dana Desa untuk anggaran kesehatan di Lemahbang tertinggi se-Kecamatan Kismantoro. Setiap tahun, sekitar Rp 100 juta APBDes Lemahbang dianggarkan untuk kesehatan.

"Anggaran itu untuk ibu hamil, golongan lanjut usia, kegiatan posyandu balita, termasuk untuk menanggulangi stunting. Di situ memang ada kegiatan kader kesehatan desa dan bidan dengan balita serta ibu hamil," papar dia.

Menurutnya, berbagai upaya pencegahan di bidang kesehatan telah dilakukan Pemdes. Namun dimungkinkan ada upaya melakukan program air bersih untuk sumur dalam. Sebab kandungan iodium di dalam air di Desa Lemahbang cukup rendah. Sehingga bisa berpengaruh terhadap kesehatan anak.

"Siapa tahu air dari sumur dalam itu kualitasnya lebih bagus dari pada air tanah yang saat ini dipakai warga. Meskipun sebenarnya kami juga sudah berupaya menyediakan air bersih dan ditarik ke rumah yang berada di bagian Lemahbang dataran rendah," kata Sugito.

Berdasarkan data yang dihimpun detikJateng, jenis gejala atau disabilitas yang dialami adalah rungu wicara sebanyak 18 orang, mental 13 orang, daksa 7 orang, netra 2 orang dan fisik 1 orang.

Rata-rata penyandang kretin di Desa Lemahbang lahir pada tahun 1990 ke bawah, khususnya pada 1960-1980. Penyandang kretin yang lahir di atas tahun 2000 hanya ada 4 orang. Mereka lahir pada tahun 2001, 2005, 2009 dan 2014.

Dari empat dusun yang ada di Lemahbang, penderita kretin banyak ditemukan di Dusun Setren dan Sambeng. Dengan rincian, 21 orang di Setren, 10 orang di Sambeng, 7 orang di Janggle dan 3 orang di Lemahbang.



Simak Video "Asyiknya Menyusuri Gua Sumitro di Kulon Progo"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)