Tentang Bahasa Isyarat Lokal yang Dipakai Para Penderita Kretin di Lemahbang

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Jumat, 27 Mei 2022 18:37 WIB
Penderita kretin di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, saat membuat batik.
Penderita kretin di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, saat membuat batik. (Foto: dok Kades Lemahbang)
Wonogiri -

Puluhan warga Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri ,menderita kretin. Dalam sehari-hari mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat lokal.

"Itu kan (penderita kretin di Lemahbang) kebanyakan tidak bisa bicara atau rungu wicara istilahnya. Sehingga kesulitannya saat berkomunikasi," kata Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kismantoro, Rismianto, kepada detikJateng, Jumat (27/5).

Menurutnya, dalam komunikasi sehari-hari para penderita kretin menggunakan bahasa isyarat lokal, bukan isyarat nasional atau resmi. Ketika mendampingi penderita kretin dan berkomunikasi, Rismianto menggunakan gerakan, baik lewat tangan maupun mimik bibir.


"Kalau isyarat kan biasanya setiap huruf ada kodenya, kalau di sini tidak, isyaratnya lokal. Misal minta minum, ya saya mempraktikkan layaknya orang minum. Memperagakan sesuai dengan gerakannya. Itu justru mereka malah cepat paham," ungkap dia.

Rismianto menuturkan, penderita kretin rata-rata tidak paham dengan nominal atau angka. Mereka akan lebih paham jika langsung memberikan wujud barang yang dimaksud.

"Misalnya penderita kretin mendapatkan bantuan uang atau donatur. Kami tidak mungkin bilang atau menyebut kata lima ratus ribu. Tapi langsung saja saya kasihkan wujud uangnya Rp 500.000," ujar dia.

Menurutnya, penderita kretin yang menyandang rungu wicara sulit berkomunikasi dengan penderita yang juga menderita rungu wicara. Mereka harus dipandu oleh keluarga atau orang terdekatnya.

"Kalau sesama penderita itu susah komunikasinya. Kalau ada perkumpulan antarpenderita, ya hanya main atau diam saja. Nah, kalau sesama penderita tapi masih kakak adik atau satu rumah, masih bisa saling berkomunikasi," kata Rismianto.

Diberitakan sebelumnya, kretin disebut terjadi akibat seseorang kekurangan yodium sejak berada di dalam kandungan. Sehingga bisa mengakibatkan keterbelakangan mental hingga disabilitas. Dari 4.555 jumlah penduduk di Lemahbang, ada 41 warga di desa itu yang menyandang kretin.



Simak Video "Asyiknya Menyusuri Gua Sumitro di Kulon Progo"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/dil)