Pekalongan Masih Direndam Banjir Rob, Pembuatan Tanggul Darurat Belum Rampung

Pekalongan Masih Direndam Banjir Rob, Pembuatan Tanggul Darurat Belum Rampung

Robby Bernardi - detikJateng
Rabu, 25 Mei 2022 14:59 WIB
Banjir rob di Kota Pekalongan, Rabu (25/5/2022).
Banjir rob di Kota Pekalongan, Rabu (25/5/2022). (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)
Pekalongan -

Penanganan tanggul yang jebol di Sungai Meduri, Kota Pekalongan, Jawa Tengah hingga kini belum rampung. Tanggul yang rusak akibat luapan rob itu saat ini baru separuh yang ditambal.

"Untuk membuat tanggul darurat, kita membutuhkan sekitar 3 ribu karung tanah," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha, Rabu (25/5/2022).

Saat ini, sekitar 1.200 karung tanah sudah terpasang untuk menambal tanggul tersebut. Dengan demikian mereka masih harus bekerja keras untuk memasang 1.800 karung berisi tanah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemasangan karung untuk menambal tanggul yang jebol itu dilakukan bersama-sama oleh warga, relawan serta TNI. Mereka berharap pekerjaan itu bisa segera selesai.

"Hari ini masih kita lakukan kerja bakti di bersama TNI. Semoga hari ini bisa terselesaikan tanggul darurat, sehingga kalau ada gelombang pasang, tidak melimpas ke pemukiman kita," kata Baharudin (59), Ketua RW 03, Kelurahan Tirto.

ADVERTISEMENT

Menurut Baharudin, akibat limpasan air rob ke pemukiman hingga saat ini pemukiman warganya masih tergenang.

"Masih ada genangan bisa dilihat. Ya jelas aktivitas warga saat ini terganggu selama tiga hari ini. Kita memaklumi, mengingat kita semua tahu, adanya tanggul jebol," ungkapnya.

Seperti diberitakan, gelombang pasang atau rob menerjang pesisir Kota Pekalongan, Senin (23/5) sore. Air laut dilaporkan merendam permukiman warga di sepanjang pantai dan yang dekat dengan sungai.

Permukiman yang tergenang berada di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara yakni di Degayu, Panjang Wetan, Panjang Baru dan Kandang Panjang. Sedangkan di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, terjadi di permukiman Pasirsari dan Tirto.

Selain permukiman dan ruas jalan tergenang, gelombang tinggi yang melimpas ke sungai-sungai juga membuat tanggul di Sungai Widuri, Tirto, jebol. Tanggul sepanjang 13 meter jebol, airnya menggenangi permukiman.




(ahr/sip)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads