Kondisi Warga Desa Lemahbang Penderita Kretin, Hampir Tak Ada yang Nikah

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Selasa, 24 Mei 2022 20:20 WIB
Suasana di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri. Foto diambil pada Jumat (20/5/2022).
Suasana di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, Jumat (20/5/2022). (Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng)
Wonogiri -

Puluhan warga Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri menderita kretin. Hampir semua penderita kretin di sana tidak menikah.

Kretin terjadi akibat seseorang kekurangan iodium sejak berada di dalam kandungan. Sehingga bisa mengakibatkan keterbelakangan mental hingga disabilitas. Di Desa Lemahbang, ada 41 warga yang menyandang kretin.

"Rata-rata penderita kretin di sini tidak menikah. Berdasarkan data kami, dari puluhan penderita hanya satu orang yang menikah," kata Kepala Desa Lemahbang, Sugito, kepada detikJateng, Selasa (24/5/2022).


Ia mengatakan, penderita kretin di Lemahbang yang menikah merupakan seorang perempuan warga Dusun Janggle, Lemahbang. Ia menderita tunarungu.

"Suaminya normal. Anaknya juga normal. Itu sebenarnya keterbatasannya tidak begitu berat, masih bisa diajak komunikasi. Kalau yang lainnya hingga saat ini belum ada yang menikah," ungkap dia.

"Sebagian besar mereka tidak menikah karena keterbatasan komunikasi. Di desa sebelah, luar Lemahbang ada difabel yang menikah anaknya juga menjadi difabel," tambah Sugito.

Pada Jumat pekan lalu, detikJateng mendatangi rumah perempuan tersebut. Saat itu ia sedang menggendong anak perempuannya di teras rumah yang terbuat dari kayu. Saat ditanya siapa anggota keluarganya yang di rumah, ia menjawab dengan singkat dan terlihat susah berkomunikasi.

Saat itu suaminya tidak ada di rumah karena pergi mencari rumput. Begitu juga dengan ibunya. Di rumah hanya ada kakak kandungnya yang lumpuh dan terbaring di tempat tidur.

Suami perempuan itu bekerja sebagai petani. Selain itu, terkadang suaminya juga bekerja sebagai kuli bangunan. Namun, orang yang pokok menghidupi keluarga di rumah itu adalah adik dari perempuan itu. Dia merantau ke Banten.

Meski banyak kretin di Lemahbang yang tidak menikah, Pemerintah Desa Lemahbang tetap memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait nikah dini.

"Kami sosialisasi tentang pernikahan dini dengan tokoh agama. Karena bisa jadi pernikahan dini bisa menjadi penyebab adanya gangguan pada anak yang lahir," pungkas Sugito.



Simak Video "Lembut Nan Lezat, Menikmati Sayur Lombok Tempe Mlanding Wonogiri"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)