Gelombang Tinggi Masih Mengancam, Pekalongan Kebut Penambalan Tanggul

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 24 Mei 2022 14:32 WIB
Warga bersama petugas bergotong royong menambal tanggul jebol di sungai Meduri, Kota Pekalongan, yang membuat banjir rob, Selasa (24/5/2022).
Warga bersama petugas bergotong royong menambal tanggul jebol di sungai Meduri, Kota Pekalongan, yang membuat banjir rob, Selasa (24/5/2022). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Banjir air rob saat ini masih menggenang di wilayah Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat. Hingga Selasa siang (24/05) sekitar pukul 12.50 wib, genangan air sedikit mengalami penurunan, namun genangan masih berkisar 80 cm.

Sementara itu, terkait prediksi BMKG yang menyebut gelombang tinggi masih akan terjadi hingga Kamis (25/05) membuat Pemkot Pekalongan berupaya mempercepat pembuatan tanggul darurat di lokasi tanggul sungai Meduri yang jebol pada Senin sore (23/05), kemarin.

Dalam pantauan detikJateng di lokasi tanggul Sungai Weduri yang jebol, aktivitas pembuatan tanggul darurat telah dilakukan tim gabungan, baik dari BPBD, TNI dan Brimob Kalibanger Polda Jateng.

Mereka menambal tanggul menggunakan karung yang diisi pasir. Para petugas gabungan bersama warga bergotong royong, mulai menumpuk karung di atas tanggul yang jebol.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha menyebut bahwa target tanggul darurat bisa secepatnya, mengingat gelombang tinggi masih akan terjadi hingga Kamis (26/05).

"Prinsip Pemkot, bekerja sama dengan TNI-Polri, melakukan upaya kedaruratan khususnya untuk melakukan penanggulan darurat dengan karung pasir untuk menutup limpasan air akibat banjir pasang," kata Dimas pada Selasa (24/5/2022).

"Berdasarkan prediksi BMKG laut Jawa masih akan terjadi gelombang tinggi yang diprediksi sampai 26 Mei 2022," imbuhnya.

Pihaknya juga masih terus melakukan pengadaan karung berisi pasir bersama instansi terkait untuk pembuatan tanggul darurat.

Sementara itu, hingga Selasa siang (24/05), dikatakan Dimas, meskipun ada penurunan, namun belum berpengaruh dengan ketinggian genangan air di wilayah Kelurahan Tirto.

"Siang ini tinggian banjir pasang rob di kota Pekalongan sedikit ada penurunan, sekarang ini ketinggian maksimal 80 cm. Dan untuk Jumlah pengungsian tadi pada pukul 12 siang, tercatat ada ada 201 jiwa yang tersebar di 6 titik pengungsian di kota Pekalongan. Kebanyakan wanita, lansia dan anak-anak," ucapnya.

Pihaknya menghimbau pada warga untuk senantiasa tetap waspada pada kemungkinan adanya gelombang pasang kembali, yang berpengaruh pada limpasan air dari sungai Meduri.



Simak Video "Ganjar Dikomplain Luhut soal Banjir Rob di Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/mbr)