Curhat Warga Puluhan Tahun Tinggali Bedeng di Kolong Jembatan Juwana Pati

Dian Utoro Aji - detikJateng
Senin, 23 Mei 2022 15:31 WIB
Kondisi rumah bedeng di bawah Jembatan Juwana pascaterbakar, Senin (23/5/2022).
Kondisi rumah bedeng di bawah Jembatan Juwana Pati pascaterbakar, Senin (23/5/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Pati -

Kebakaran menghanguskan 10 bangunan liar yang berada di Jembatan Juwana, Kabupaten Pati, Minggu (22/5) kemarin. Ternyata beberapa warga sudah meninggali lokasi tersebut selama puluhan tahun.

Pantauan di lokasi, 10 bangunan liar yang semula menjadi tempat tinggal itu kini kondisinya rata dengan tanah. Sejumlah warga tampak membersihkan sisa-sisa kebakaran.

Salah satu warga, Suyati (51) mengaku sudah tinggal di bawah Jembatan Juwana itu sejak tahun 2022 lalu. Awalnya Suyati tinggal di lokasi itu bersama kakaknya.

"Tetangga yang lain tidak tahu sekarang. Sejak tahun 2002 di sini. Dulunya yang punya kakak saya, kakak saya punya anak satu masih kecil. Jadi kakak sakit-sakitan terus saya terpaksa ke sini merawat kakak saya," jelas Suyati ditemui detikJateng di lokasi, Senin (23/5/2022).

Sehari-hari, Suyati seorang janda ini hidup dengan membuka warung di bawah Jembatan Juwana. Dia mengaku ada 10 rumah bedeng yang sebelumnya tinggal di bawah jembatan. Namun pascakebakaran warga lainnya sudah pindah.

"Kerjaannya warung di sini, di tempat sini. Kemarin habis kulakan di sini ya akibatnya terbakar juga di sini," ujar dia.

Dia pun mengaku pasrah jika nanti digusur dari bawah Jembatan Juwana. Apalagi sebetulnya dilarang tinggal di bawah jembatan.

"Kalau dibongkar, kalau boleh ditempati ya ke sini, kalau tidak boleh ya sudah. Tapi monggo kalau dibangun," jelas dia.

Diwawancarai terpisah, Camat Juwana, Sunaryo mengatakan warga yang tinggal di bawah Jembatan Juwana bukan warga Juwana. Menurutnya, mereka merupakan warga dari luar Juwana.

"Penghuni untuk ini setelah pendataan ini dulu sampai sekarang ini, kita cek di Kepala Desa Doropayung tidak terdaftar sebagai penduduk desa ini. Untuk itu setelah itu kita cari, memang sebagian dan rata-rata dari luar Juwana," jelas Sunaryo ditemui di lokasi siang ini.

"Mereka ada tempat juga ada di rusunawa, tapi sebagian itu dikontrakkan di situ juga. Untuk sementara kembali ke daerahnya. Terbakar itu kemarin ada 10 rumah bedeng," sambung dia.

Sunaryo menerangkan, kini sudah tidak ada warga yang tinggal bawah jembatan. Ke depan, lanjutnya, pemerintah daerah akan melakukan koordinasi agar warga tidak tinggal lagi di kolong Jembatan Juwana.

"Kami memang menemui keluarga setelah itu tidak ada, mungkin kembali ke rumah masing-masing atau seperti apa. Kemarin rapat pembangunan ini masyarakat seperti itu di mana saja kan ada, nanti dari dinas akan menangani hal itu," pungkas dia.



Simak Video "Kebakaran Pabrik Plastik di Pati, Asap Membubung Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)