Hati-hati Lur! Ada Jurang Menganga di Jalur Boyolali-Magelang Ini

Jarmaji - detikJateng
Senin, 23 Mei 2022 14:08 WIB
Kondisi tebing jalan Boyolali-Magelang di Cepogo, Boyolali, Senin (23/5/2022).
Kondisi tebing jalan Boyolali-Magelang di Cepogo, Boyolali, Senin (23/5/2022). (Foto: Jarmaji/detikJateng)
Boyolali -

Longsor menggerus bahu jalan di jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) tepatnya di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Kondisi tebing cukup mengkhawatirkan mengingat kondisi jalan yang berada di tepi jurang sedalam 30 meter.

"Longsor tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB," kata Sekretaris Desa Genting, Triyono, kepada detikJateng, Senin (23/5/2022).

Tebing jurang yang longsor ini di wilayah Dukuh Genting, Desa Genting. Sekitar 200 meter sebelah barat Balai Desa Genting.

Tebing yang longsor panjangnya sekitar 25 meter dan masuk ke jurang berkedalaman sekitar 30 meter. Longsor itu pun sempat mengagetkan warga sekitar. Suara gemuruh terdengar cukup keras dari permukiman penduduk Dukuh Genting.

Kondisi tebing yang longsor itu pun cukup mengkhawatirkan bagi pengguna jalan Boyolali-Magelang. Khususnya untuk kendaraan yang dari arah Magelang ke Boyolali.

Pasalnya, longsor menggerus hampir seluruh bahu jalan. Hanya menyisakan sekitar 30 cm saja dari badan jalan.

Saat longsor terjadi wilayah tersebut dalam kondisi terang atau tidak hujan. Longsor terjadi kemungkinan di dalam tanah menggenang air.

"Hujan itu Sabtu (21/5) sore. Hujan sekitar 2 jam. Kalau pagi tadi malah nggak hujan. Mungkin di dalamnya ada air," jelas Triyono.

Akibat kejadian itu, kabel telepon terputus. Sebagian guardrail atau pagar pembatas jalan provinsi itu ikut terbawa longsor ke jurang.

Kondisi tebing jalan Boyolali-Magelang di Cepogo, Boyolali, Senin (23/5/2022).Kondisi tebing jalan Boyolali-Magelang di Cepogo, Boyolali, Senin (23/5/2022). Foto: Jarmaji/detikJateng

Jajaran Muspika Cepogo, Satlantas Polres Boyolali, Dishub dan BPBD Boyolali langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas memasang water barrier di sisi tebing yang longsor.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Boyolali, Iptu Winarsih, mengatakan pemasangan water barrier untuk mengantisipasi agar tidak ada pengguna jalan yang terjerumus ke jurang. Hal itu karena tebing yang longsor menggerus bahu jalan hingga mepet badan jalan.

"Kami memberi batas untuk keamanan, kami pasang water barrier agar kendaraan yang lewat tidak terlalu mepet (tebing yang longsor)," kata Winarsih di lokasi kejadian.

Selain itu, pihaknya bersama Dishub Boyolali juga memasang sejumlah spanduk di sejumlah titik di jalur itu. Pengguna jalan diminta hati-hati karena rawan longsor.



Simak Video "Ngalap Berkah, Warga Pati Ramai-ramai Antar Kerabat Pergi Haji"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)