Mensos Risma Jenguk Bocah Lumpuh Penderita Infeksi Selaput Otak di Klaten

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Sabtu, 21 Mei 2022 08:05 WIB
Mensos Risma kunjungi bocah lumpuh penderita infeksi selaput otak di Dengkeng, Wedi, Klaten, Jumat (20/5/2022) malam.
Mensos Risma kunjungi bocah lumpuh penderita infeksi selaput otak di Dengkeng, Wedi, Klaten, Jumat (20/5/2022) malam. (Foto: istimewa)
Klaten -

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi Michael Richei Wiputra (8), bocah penderita lumpuh akibat infeksi selaput otak di Klaten, Jawa Tengah. Kedatangan Risma mengagetkan pihak orang tua yang sejak awal tidak mengekspose kondisi anaknya.

Rombongan Mensos tiba didampingi Bupati Klaten, Sri Mulyani, Pj Sekda Kabupaten Klaten, Jajang Prihono, dan jajaran Forkompimda Klaten, Jumat (20/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Kunjungan Risma di rumah Michael di Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, itu hanya berlangsung singkat. Rombongan Mensos lalu melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

"Saya sangat bersyukur dikelilingi orang-orang baik. Semoga bantuan ini berguna untuk perkembangan kesehatan anak saya," ungkap ayah Richie, Maryadi kepada wartawan, Jumat (20/5/2022) malam.

Dikatakan Maryadi, dirinya tidak menyangka kabar anaknya sampai menteri. Sebab dari awal dirinya tidak mengekspose dan meminta bantuan ke siapapun.

"Dari awal saya tidak mengekspose kondisi anak saya, di rumah sakit pun saya tidak minta bantuan. Dibilang kaget ya kaget, niat awal orang yang memposting berita anak saya hanya untuk membantu menyelesaikan utang tapi ternyata berkembang sejauh ini," ungkap Maryadi.

Bantuan yang diserahkan rombongan Mensos, jelas Maryadi, baru sebatas simbolis tapi keluarganya sangat berterimakasih. Nantinya akan digunakan untuk pengobatan dan keseharian.

"Nanti untuk pengobatan dan keseharian. Tadi Bu Menteri berpesan agar kami sekeluarga semangat dan kuat," lanjut Maryadi.

Menurut Maryadi, saat ini pengobatan anaknya terus berjalan dengan obat jalan. Perkembangan Michael sudah membaik karena sudah bisa berteriak.

"Perkembangannya sekarang sudah seger, teriakannya sudah kenceng. Kontrol RS belum, tapi obat jalan karena sempat macet karena pandemi COVID sehingga cuma pakai obat yang direkomendasikan RS," paparnya.

Setelah pandemi, kata Maryadi, dirinya ingin fokus mengobati anaknya dengan tambahan fisioterapi di rumah. Sebab untuk mengantar ke RS keluarga juga repot karena dirinya juga bekerja.

"Saya ingin fisioterapi yang bisa kunjungan ke rumah sehingga fokus. Dulu saat ada mamanya kan rutin, sekarang saya harus ngurus roda ekonomi, pekerjaan dan rumah jadi timpang untuk pengobatan ke RS, " imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Michael Richei Wiputra (8) warga Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, Klaten, menderita kelumpuhan akibat penyakit infeksi selaput otak. Kini dia harus dirawat oleh sang kakak setelah ibunya meninggal 3 tahun lalu.

Sedangkan ayahnya sehari-hari harus bekerja sebagai tukang batu dengan penghasilan yang tidak tentu.

"Adik saya sakitnya infeksi selaput otak sejak umur 1,5 tahun. Waktu itu sudah bisa jalan seperti anak biasa," tutur Stevani (19), kakak Richei kepada detikJateng saat bertandang ke rumahnya, Minggu (27/2) lalu.



Simak Video "Risma Sebut Honor Korda Pendamping Bansos Sudah Dibayar"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/aku)