9 Sapi di Purbalingga Positif PMK, Diduga Tertular dari Kabupaten Tetangga

Vandi Romadhon - detikJateng
Senin, 16 Mei 2022 09:31 WIB
Dokter hewan dari Dispertan Purbalingga memeriksa sapi milik warga, Senin (16/5/2022).
Dokter hewan dari Dispertan Purbalingga memeriksa sapi milik warga, Senin (16/5/2022). Foto: Vandi Romadhon/detikJateng
Purbalingga -

Sembilan ekor sapi di Purbalingga dinyatakan positif terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal itu dikonfirmasi Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Purbalingga setelah mendapatkan hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner Wates, Kulon Progo.

"Betul ada 9 ekor sapi di satu kandang Desa Karanggedang Kecamatan Bukateja yang dinyatakan positif terjangkit PMK dari hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner Wates," kata Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Purbalingga Mukodam kepada detikJateng melalui sambungan telepon, Senin (16/5/2022)

Menurutnya sapi diduga terjangkit dari virus yang ditularkan dari kabupaten sekitar. Sebab, kandang sapi yang positif terjangkit berada di daerah perbatasan dengan kabupaten lain yang sudah lebih dulu ditemukan kasus PMK.

"Kemungkinan sapi tertular dari daerah Banjarnegara, kebetulan berbatasan langsung, dan peternak juga mendatangkan pakan dari situ," ujarnya

Saat ini pihaknya melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran penyakit PMK di Purbalingga. Selain pengobatan sapi yang telah terjangkit, sejumlah pembatasan juga dilakukan.

"Untuk sapi yang terjangkit kami sudah memberikan vitamin. Selain itu, kualitas pakan kami tingkatkan di sisi lain kebersihan kandang dijaga dengan langkah-langkah sterilisasi termasuk pada pakan yang datang dari luar daerah," jelasnya

Selain sembilan sapi di Desa Karanggedang, dirinya juga mengungkap adanya laporan 14 ekor sapi yang terindikasi terjangkit PMK di Purbalingga. Hal itu menurutnya diketahui setelah adanya laporan dari peternak yang mengungkap sapinya mengalami gejala PMK.

"Ada juga laporan dari Desa Pengalusan Kecamatan Mrebet yang menyampaikan 14 ekor sapi saat ini sakit dengan gejala yang serupa dengan PMK," ungkapnya.

Untuk kasus di desa Pengalusan, Mukodam menyampaikan dari 14 ekor sapi 12 diantaranya merupakan sapi lama. Namun 2 sapi baru yang diduga membawa virus merupakan sapi yang didatangkan dari Banjarnegara.

"Dari 14 sapi yang sakit, 2 di antaranya merupakan sapi baru yang didatangkan dari Kabupaten Banjarnegara. Kemungkinan itulah yang jadi sebab mengapa 14 sapi saat ini sakit, tapi hasil laboratorium belum keluar, jadi baru dugaan," tuturnya.

Untuk mengantisipasi semakin meluasnya penyebaran PMK di Purbalingga, pihaknya telah memberikan imbauan untuk peternak melakukan lokalisir kandang. Selain itu peningkatan sanitasi kandang juga didorong dengan upaya penyemprotan dan pengurangan mobilitas petugas kandang.

"Selain sterilisasi kandang dan lingkungan dengan penyemprotan desinfektan, kami juga mendorong peternak untuk meningkatkan kehati-hatian dengan tidak mendatangkan sapi maupun pakan dari daerah lain," tutupnya.



Simak Video "Cegah PMK Makin Meluas, Pemkab Lumajang Tutup Sementara 5 Pasar Hewan"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)