Teras Museum Purbakala di Brebes Ambruk, Disbudpar Klarifikasi Rekanan

Imam Suripto - detikJateng
Jumat, 13 Mei 2022 15:08 WIB
Museum Manusia Purba di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Jumat (13/5/2022).
Museum Manusia Purba di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Jumat (13/5/2022). Foto: Imam Suripto/detikJateng
Brebes -

Bangunan museum purbakala milik Pemkab Brebes, Jawa Tengah, ambruk beberapa hari lalu. Padahal museum itu baru selesai dibangun dan belum diresmikan. Hari ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Brebes memanggil rekanan pelaksana, konsultan perencana, dan pengawas proyek pembangunan museum itu.

"Tadi, semua pihak terkait baik rekanan, konsultan perencana, pengawas, tim teknis dan inspektorat kami undang. Ini kami lakukan untuk meminta klarifikasi terkait kejadian ambruknya kanopi (atap teras) bangunan Museum Manusia Purba," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Brebes Roriq Qoidul Adzam usai pertemuan, Jumat (13/5/2022).

Roriq mengatakan, pihaknya kecewa atas kejadian ambrolnya atap Museum Manusia Purba di Dukuh Kalipucung, Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong itu. Mengingat, museum itu baru selesai dibangun dan belum diresmikan.

Dari hasil klarifikasi itu, Roriq menerangkan, pihak rekanan menyatakan sanggup untuk memperbaiki kerusakan kanopi tersebut. Sebab, status pekerjaannya masih dalam masa pemeliharaan.

"Dari klarifikasi kami ini, intinya rekanan sanggup untuk memperbaiki. Tapi jika ini tidak clear, kami meminta Inspektorat untuk mengaudit," ujar Roriq.

Dikutip dari situs lpse.brebeskab.go.id, proyek pembangunan gedung museum itu dilelang dengan pagu anggaran Rp 940.515.000 yang bersumber dari APBD Tahun 2021. Lelang diikuti 40 peserta. Pemenang tendernya CV Sakura Group, dengan nilai penawaran Rp 752.405.600.

Namun, di papan proyek yang terdapat di lokasi pembangunan museum itu dituliskan nilai kontraknya hanya Rp 572.405.000. "Kalau itu yang benar Rp 752 juta. Tulisan di papan proyek diakui rekanan salah," kata Roriq.

Sementara itu, Kasubag Monitoring dan Evaluasi Bagian Pembangunan Setda Pemkab Brebes, Andriyani, mengatakan hasil klarifikasi itu akan dibahas dalam tim Clearing House untuk menentukan langkah selanjutnya.

Andriyani menambahkan, dalam klarifikasi itu juga ada beberapa hal teknis yang ditanyakan, di antaranya terkait uji beton, tahapan pelaksanaan, hingga manajemen kontraknya.

"Sesuai penjelasan konsultan perencana, dari sisi perencanaan sudah lumayan kuat apabila pekerjaannya dilaksanakan sesuai perencanaan," kata Andriyani.

Untuk diketahui, museum itu dibangun menyusul adanya penemuan fosil manusia purba (homo erectus bumiayuensis) berumur 1,8 juta tahun. Fosil itu ditemukan di Kali Bodas Bumiayu, salah satu kawasan Situs Bumiayu. Di kawasan itu juga ditemukan ribuan fosil hewan purba.



Simak Video "Polisi Ciduk Pria Ngaku Anggota Brimob Tipu Janda di Kudus"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ahr)