Rencana Magelang Pesta Kembang Api di Malam Lebaran Tuai Kritik

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 29 Apr 2022 02:30 WIB
Suasana pesta kembang api saat malam perayaan pergantian tahun di kawasan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Ungasan, Badung, Bali, Rabu (1/1/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/pd.
Ilustrasi kembang api. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Magelang -

Pemerintah Kota Magelang berencana membuat pesta kembang api pada saat takbiran atau malam lebaran. Saat ini rencana itu masih menunggu izin dari Polda Jateng.

Meski izin belum turun, acara tersebut sudah menuai kecaman dari masyarakat.

Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang (DKKM) Muhammad Nafi mengaku menghormati rencana Pemkot Magelang. Namun, dia menilai kegiatan tersebut kurang mendidik dan akan menghabiskan anggaran.

"Saya menghormati rencana Pemkot Magelang tersebut. Tetapi, menurut saya secara budaya sebetulnya merupakan kegiatan yang kurang mendidik, latah, dan hanya akan menghabiskan anggaran terbuang percuma. Latah karena kembang api biasa diadakan di acara Tahun Baru. Sedangkan acara takbiran Idul Fitri tentu mempunyai nilai-nilai dan budaya yang berbeda," kata Nafi, Kamis (28/4/2022).

Nafi mengatakan, ke depan Pemkot Magelang mesti mencari alternatif kegiatan yang lebih mendidik dan mempunyai dampak yang baik secara budaya serta berbasis kearifan lokal.

"Kalau berdasar catatan saya, sebetulnya di Kota Magelang mempunyai tradisi pawai obor atau lampu hias yang dilakukan di perbagai kampung. Alangkah baiknya jika anggaran kembang api tersebut digunakan untuk mendorong penciptaan kreativitas masyarakat dalam membuat dan menciptakan lampu-lampu hias dengan nilai-nilai seni dan budaya lokal," ujar Nafi.

"Kreativitas membuat lampu hias ini bisa sebagaimana Damar Kurung, lampu hias khas yang menjadi kebanggaan di beberapa daerah di Jawa Timur. Lampu-lampu hias khas Magelang sebetulnya juga sudah ada sejak dahulu, sayangnya lama kelamaan semakin ditinggalkan sekarang ini," imbuh Nafi.

Secara terpisah, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengatakan pesta kembang api pada saat malam takbiran di Alun-alun itu sebagai wujud rasa syukur. Durasi pesta kembang api tersebut hanya sekitar 15 menit.

"Ya kita sambil mengagungkan kebesaran Allah bahwa kita melewati pandemi ini. Kita merayakan secara bersama-sama, apalagi Kota Magelang barusan mendapatkan kota toleran. Itu sebuah kesyukuran bagi warga Magelang," kata Aziz kepada wartawan, Kamis (28/4/2022).

"Bahwa kita ini bisa bersama-sama, istilahnya berdampingan dan ini harus jaga betul-betul. Jangan nanti ada pihak-pihak yang merusak," imbuh Aziz.

Pesta kembang api, kata Aziz, sangat jarang dilakukan saat malam takbiran atau malam Hari Raya Idul Fitri. "Jadi (pesta kembang api), Insyaallah. Sangat jarang, belum pernah. Kembang api hanya tahun baru to, kalau sekarang kembang api di Hari Raya," tuturnya.

Sebelum pesta kembang api dimulai, Aziz menjelaskan, anak-anak akan takbiran di masjid. Kembang api baru dinyalakan setelah salat Isya .

IAziz menambahkan, ide menyalakan kembang api tersebut muncul secara mendadak. Disinggung soal izin dari kepolisian untuk pesta kembang api itu, Aziz mengaku belum ada. "Belum (izin belum keluar). Belum (sampai) ke saya," ujarnya.



Simak Video "Menhub Klaim Angka Kecelakaan Mudik Lebaran 2022 Turun 40 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/dil)