Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten menggelar sidak makanan di pasar dan toko di daerah Pedan hari ini. Ada beberapa temuan yang diperoleh.
Dalam sidak itu, mereka mendapati makanan kedaluwarsa yang masih dijual. Bahkan, mereka juga menemukan makanan dengan rambut di dalam kemasannya.
"Tadi ditemukan makanan cemilan atau snack di toko C yang ada rambutnya. Bisa mengakibatkan gangguan fisik jika dimakan," ungkap anggota tim Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Eny Dwi pada wartawan di sela pemeriksaan, Selasa (26/4/2022) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Eny, snack yang ditemukan ada rambutnya berjenis keripik. Tim merekomendasikan agar makanan itu di-retur atau ditarik kembali.
"Yang ada rambutnya ditarik kembali dan dikembalikan ke pemasoknya. Kemasan yang rusak juga kami minta ditarik lagi, untuk itu masyarakat agar berhati- hati, melihat tanggal kedaluwarsa dan kemasan," imbuh Eny.
Sedangkan Sub Koordinator Seksi Farmasi Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Klaten, Liana Widiani, menyatakan sidak pangan itu dilakukan menjelang Idul Fitri. Sasaran dari sidak itu adalah toko dan pasar.
![]() |
"Kita ke toko makanan dan pasar. Kita melihat rusak tidaknya produk, izin edar, kita juga sampling bahan berbahaya dan cek kedaluwarsa," jelas Liana pada wartawan.
Di pasar, sebut Liana, dari uji sampel ditemukan ikan asin dan cumi asin yang mengandung formalin. Selain itu mereka juga menemukan minuman botol, saus dan satu bungkus mie instan yang kedaluwarsa.
"Untuk kadaluwarsa ada minuman botol, saus dan satu bungkus mie instan, hanya sedikit. Jelang hari raya peredaran makanan meningkat dan ada risiko bahaya sehingga kita antisipasi," ungkap Liana.
Untuk makanan yang ditemukan kadaluwarsa, jelas Liana, meskipun sedikit langsung dimusnahkan.
(ahr/aku)