Menengok Gedung Tua dan Jejak RA Kartini di Jalan Pemuda Semarang

Afzal Nur Iman - detikJateng
Kamis, 21 Apr 2022 20:06 WIB
Eks Hotel Dibya Puri atau dulu bernama Du Pavillon di Jalan Pemuda, Semarang, Kamis (21/4/2022).
Eks Hotel Dibya Puri atau dulu bernama Du Pavillon di Jalan Pemuda, Semarang, Kamis (21/4/2022). (Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng)
Semarang -

Satu unit gedung tua di Jalan Pemuda, Semarang kini tak terpakai dan terbengkalai. Padahal gedung eks Hotel Dibya Puri atau dulu bernama Du Pavillon dianggap bersejarah dan sempat dikagumi oleh RA Kartini.

"Tulisan kekaguman Kartini terhadap bangunan itu ditulis di Majalan Ee Echo, itu terbit tahun 1899," kata Koordinator Pegiat Sejarah Semarang, Rukadi Achmadi, kepada detikJateng, Kamis (21/4/2022).

RA Kartini yang dikenal sebagai tokoh emansipasi perempuan itu, mengunjungi Du Pavillon dalam rangka mendampingi ayahnya yang merupakan Bupati Jepara untuk menyambut Gubernur Jenderal Willem Roosebom. Saat itu, mungkin bisa dibilang, Du Pavillon yang berdiri tahun 1847 itu merupakan hotel terbaik di Semarang.


"Merupakan penginapan Eropa ketiga di Semarang setelah Hotel Jansen di Kota Lama dan Hotel Java," kata Rukadi.

Terlebih saat Kartini datang, hotel itu dirias sedemikian rupa untuk menyambut orang nomor satu di Hindia Belanda. Kartini, menyanjung bangunan bahkan menganggapnya seperti di dongeng-dongeng yang dibacanya.

"Itu dihias sedemikian rupa termasuk gapura di depan itu. RA Kartini itu teringat dengan kisah-kisah 1001 malam yang selalu dia baca saat kecil," jelasnya.

Selain RA Kartini, banyak juga tokoh penting dan pertemuan penting dilakukan di sana. Bahkan, kini gedung tersebut sudah tercatat sebagai bangunan bersejarah dan cagar budaya.

"Perlakuan terhadapnya harus sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2013 tentang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah," kata Rukadi.

Kondisi Gedung eks Hotel Du Pavillon Kini

Bertepatan dengan Hari Kartini hari ini, tim detikJateng mencoba mengunjungi hal yang pernah dikagumi tokoh emansipasi itu. Hari ini halaman gedung eks Hotel Du Pavillon itu berjajar rapi puluhan motor dan puluhan mobil.

Hal itu, karena halaman gedung itu kini menjelma sebagai tempat parkir. Tak nampak lagi keindahan sebagaimana digambarkan RA Kartini.

Lokasi gedung itu sendiri berada di jalan protokol Kota Semarang. Jaraknya, juga bisa dibilang dekat dengan Balai Kota Semarang dan Gedung DPRD Semarang.

Gedung itu, kini terbengkalai dan tak terpakai. Bahkan sebagian atap gedung tua itu juga sudah jebol.

Ditemui di lokasi, Amir, yang dipercaya sebagai penjaga keamanan di gedung itu, menyebut bila sebenarnya sudah ada rencana untuk merehabilitasi gedung tersebut. Sayangnya, bertepatan dengan adanya pandemi COVID-19 pembangunan tersebut juga terhenti.

"Rehabilitasinya rencananya kan mau dibikin ke bentuk semula seperti 1847, tapi berhubung ada pandemi COVID-19 pembangunan berhenti," katanya.

Amir sendiri merupakan mantan pegawai di hotel tersebut. Dia, yang mulai bekerja di tahun 1987, juga menyebut bila hotel itu termasuk sebagai yang terbaik di Semarang.

"Kalau 87 itu (Hotel) Metro itu sudah ada dan (Hotel) Santika sudah berdiri, masih lumayan, kalau berhenti itu 2008," jelasnya.



Simak Video "Suasana Doa Bersama di Monumen Ari-ari RA Kartini"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/rih)