Doa Bersama Digelar di Monumen Ari-ari RA Kartini, Seperti Apa Suasananya?

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 21 Apr 2022 16:12 WIB
Monumen ari-ari RA Kartini di Mayong, Jepara, Kamis (21/4/2022).
Doa bersama di Monumen Ari-ari RA Kartini di Mayong, Jepara, Kamis (21/4/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Jepara -

Tokoh masyarakat menggelar acara doa bersama di monumen ari-ari RA Kartini yang berada di kompleks Kantor Camat Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Doa bersama ini sebagai momen mengingat kelahiran pahlawan emansipasi wanita yang ada di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong.

Pantauan di lokasi, acara doa bersama digelar secara sederhana. Acara doa bersama dihadiri muspika Kecamatan Mayong dan tokoh masyarakat sekitar. Acara doa bersama dimulai pukul 13.00 WIB.

Camat Mayong, Muhammad Subkhan mengatakan doa bersama ini sebagai bentuk untuk mengenang RA Kartini. Menurutnya kegiatan doa bersama rutin dilakukan, namun acara kali ini digelar secara sederhana karena pandemi virus Corona atau COVID-19.


"Doa bersama wujud syukur mengenang hari lahir RA Kartini. Acara ini rutin kita gelar dengan kondisi terbatas, biasanya ada kegiatan pameran 14 UMKM dari berbagai desa digelar dua sampai tiga hari. Karena kondisi pandemi ini maka digelar secara terbatas. Doa bersama ini kita gelar sebagai syukur dan penghormatan sebagai beliau RA Kartini," terang Subkhan kepada wartawan ditemui di lokasi, Kamis (21/4/2022).

Subkhan mengatakan RA Kartini dilahirkan di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong. Kata dia, lokasi ini merupakan kompleks Kawedanan Mayong yang ditempati orang tua Kartini Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang dulu menjadi Wedanan.

RA Kartini merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Menurutnya, ari-ari RA Kartini pun ditanam di sekitar rumah dinas orang tuanya kala itu. Hingga kini di lokasi tersebut pun didirikan monumen ari-ari RA KArtini. Monumen tersebut didirikan pada bulan November 1951.

"Dulu ini kompleks Kawedanan Mayong kebetulan Raden Mas Sosroningrat kan Wedanan Mayong ketika itu melahirkan salah satu putrinya dari delapan bersaudara RA Kartini ini yang keempat lahir di sini di kompleks Kawedanan Mayong. Jadi kalau ari-ari beliau, berarti kalau orang Jawa itu tradisinya itu menanam di seputar rumah. Jadi mungkin rumahnya sekitar sini, rumah dinasnya kala itu," terang dia.

Monumen ari-ari RA Kartini di Mayong, Jepara, Kamis (21/4/2022).Monumen ari-ari RA Kartini di Mayong, Jepara, Kamis (21/4/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)

Lebih lanjut, RA Kartini tinggal di Mayong hanya sekitar dua tahun saja. Setelah itu, bapaknya yang semula Wedanan Mayong diangkat menjadi Bupati Jepara. Lantas keluarganya pun pindah di Pendapa Kabupaten Jepara. RA Kartini besar pun tinggal di Kota Jepara.

"Kiprahnya tentu baru sekitar 2 tahun masih balita, kemudian sang ayah diangkat Bupati Jepara, maka boyongan ke Jepara. Maka usia 2 tahun sampai 24 tahun ya di pendapa Kabupaten Jepara," jelas Subkhan.

Subkhan pun mengajak generasi muda sekarang untuk mengenang sosok RA Kartini. Apalagi sosok RA Kartini bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda sekarang.

"Karena RA Kartini tokoh yang sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional, tentu sudah diakui kiprahnya. Spirit ibu RA Kartini ini dicontoh menjadi inspirasi bagi generasi sekarang ini, khususnya yang ada di Jepara agar nilai-nilai yang beliau bangun ketika itu dari sisi pendidikan, dari sisi agama, sisi ekonomi itu juga membawa pemikiran baru, inovasi baru untuk generasi muda yang ada di Jepara, khususnya kaum perempuan," ungkap Subkhan.

"Momen seperti ini kita mengingatkan kembali ada tokoh besar yang lahir di sini dan kita harus mencontoh inspirasi apa yang telah dilakukan oleh beliau," pungkas dia.



Simak Video "'Selamat Hari Kartini' Menggema di Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)