ABK Kapal Cantrang Dibakar Massa di Kalsel Akhirnya Tiba di Rembang

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Kamis, 14 Apr 2022 17:11 WIB
ABK kapal cantrang yang dibakar massa di Kalsel tiba di rumahnya, Kabupaten Rembang, Kamis (14/4/2022).
ABK kapal cantrang yang dibakar massa di Kalsel tiba di rumahnya, Kabupaten Rembang, Kamis (14/4/2022). (Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng)
Rembang -

Sebanyak 17 orang anak buah kapal (ABK) dari KM Wahyu Mina Barokah IV yang dibakar massa di perairan Jorong, Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya dipulangkan ke asalnya di Kabupaten Rembang dan Pati, Jawa Tengah. Di antaranya ada yang sudah sampai rumah, yakni Jaya Hartono dan Dwi Okta Imawan.

"(Jaya) Pulangnya malam dini hari, sekitar jam 01.00 WIB. Alhamdulillah, bersyukur ikut plong, akhirnya pulang dengan selamat," kata Kepala Desa Karangsekar, Jasmani, saat berada di rumah Jaya, Desa Karangsekar, Kecamatan Kalori, Rembang, Kamis (14/4/2022).

Pihaknya mengaku senang dua orang warganya selamat dan sudah kembali ke rumah. Pihaknya siap untuk memfasilitasi proses kepengurusan dokumen kependudukan berupa KTP yang lenyap akibat terbakar.


"Untuk KTP yang kebakar nanti kita bisa bantu proseskan. Yang penting selamat sampai rumah," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Jaya Hartono menceritakan kapal yang ditumpanginya dibakar nelayan lokal gabungan di wilayah perairan Jorong, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada Senin (11/4) sekitar pukul 13.00 WITA.

"Dipepet perahu-perahu kecil sana, terus dioyak. Kapal tiga itu termasuk kapal saya kan terus lari semua. Tapi kapal saya ketangkap, duanya lari. Lagi habis narik jaring, dipepet dan langsung payang (jaring) dipotong. Disuruh jalan kapal saya mau dibakar sekaligus orang-orangnya," kata Jaya.

Sementara itu, Dwi Okta Imawan menambahkan bahwa rombongannya beruntung saat kapal hendak dibakar ada tiga perahu nelayan kecil yang berbaik hati menyelamatkan mereka dan membawanya ke darat.

"Ada tiga kapal dari Banjarmasin yang tiba-tiba datang menawari pertolongan. Salah satu bapaknya bilang, 'masnya kalau mau selamat sini naik ke sini', gitu," terang Imawan yang merupakan sepupu Jaya.

"Kami waktu dibawa ke daratan itu nunggu dulu, sampai dermaga benar-benar aman. Karena juga ada warga banyak, saya itu jadi ya dikepung di air ya di darat. Tapi sesudah ada aparat kepolisian yang datang di dermaga baru ke kami darat, itu pun nunggu sampai agak sepi," bebernya.

Setelah berhasil dievakuasi ke darat di dermaga, seluruh ABK yang sebanyak 17 orang, 15 dari Rembang dan 2 dari Pati, kemudian dibawa dari pos di dermaga menuju ke Polres Tanah Laut dengan menggunakan bus polisi dan dikawal personel polisi.

Sampai di Mapolres Tanah Laut, merak dilakukan pendataan oleh polisi. Selanjutnya difasilitasi seluruh biaya pemulangan semua ABK hingga sampai ke rumah oleh Polres Tanah Laut.

"Selesai di pos dermaga itu semuanya langsung dibawa ke Polres kota (Tanah Laut), sehari semalam di sana. Semuanya ditanggung Polresnya, sampai rumah. Iya diberi makan, rokok juga. Kalau barang pribadi pakaian dan dompet itu yang ikut terbakar. Hanya HP yang dibawa, karena letaknya kan mudah dijangkau. Namanya orang gugup jadi sedapatnya saja," jelasnya.

Diketahui, sebanyak 17 orang anak buah kapal (ABK) dari KM Wahyu Mina Barokah IV yang dibakar massa di wilayah perairan Jorong, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan akhirnya dipulangkan.

Kepala Satuan Polairud Polres Rembang AKP Sukamto menerangkan para ABK diberangkatkan dari Polres Tanah Laut menuju Polsek Kawasan Pelabuhan dan Laut (KPL) Trisakti Polres Banjarbaru.

"Info dari Kasat Polairud Polres Tanah Laut, untuk 17 ABK baru persiapan akan dipulangkan ke Jawa melalui Pelabuhan Banjarbaru dengan menggunakan kapal laut. Diperkirakan pukul 21.00 WITA, malam ini berangkat dari Pelabuhan Banjarbaru menuju ke Pelabuhan Surabaya," kata AKP Sukamto saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (12/4).

Rincian 17 ABK itu, 15 ABK berasal dari Kabupaten Rembang dan dua asal Kabupaten Pati.

"Total ABK KM Wahyu Mina Barokah IV ada 17 orang. 15 warga Rembang, dua orang lainnya yang warga Kabupaten Pati," kata Komandan Pos Angkatan Laut Rembang Letda Laut Budi Wiratno, saat dihubungi melalui telepon, Selasa (12/4).



Simak Video "Tawur Sego, Tradisi Saling Lempar Nasi di Rembang"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)