Alun-alun Klaten Bakal Direhab, Pemkab Siapkan Anggaran Rp 9 M

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Rabu, 23 Mar 2022 16:57 WIB
Warga nongkrong di kawasan Alun-alun Klaten.
Warga nongkrong di kawasan Alun-alun Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Pemerintah Kabupaten Klaten akan melakukan rehab untuk mempercantik alun-alun dengan anggaran Rp 9 miliar. Rencananya, pemkab akan melengkapi Alun-alun Klaten dengan fasilitas olahraga.

"Alun-alun itu kan pusat kota, informasi yang dijelaskan ke Komisi 3, anggaran Rp 9 miliar untuk mempercantik pusat kota. Nanti bangunan dibongkar," jelas Ketua Komisi 3 Bidang Pembangunan DPRD Klaten, Basuki Effendi kepada detikJateng, Rabu (23/3/2022).

Basuki mengatakan Pemkab Klaten telah menjelaskan nantinya alun-alun akan dibangun lebih representatif. Terutama untuk kegiatan jogging dan olahraga lainnya.

"Jadi nantinya di alun-alun itu untuk jogging dan olahraga lainnya. Alasannya dalam rangka pemulihan sehingga masyarakat sehat setelah pandemi COVID-19 (selama) dua tahun," terang Basuki.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Klaten, Pramana Agus Wijanarka menyatakan anggaran Rp 9 miliar itu akan digunakan untuk beberapa kegiatan, mulai dari pembangunan taman sampai pembuatan lapangan basket.

"Itu untuk taman, lantai keramik diganti, lapangan basket three on three, arena bermain anak, air mancur sampai gapura tembaga. Gapura itu dari tembaga," terang Pramana kepada detikJateng di Pemkab.

"Sudah 25 tahun alun-alun tidak direhab. Karena itu wajah kota Klaten maka perlu penataan lebih baik agar bersinar, nanti lapangan basket juga untuk umum," jelas Pramana menambahkan.

Saat ini, lanjut Pramana, review desain sedang dilakukan. Bulan April besok rencananya akan dilelangkan dan diharapkan Mei sudah selesai.

"April kita lelang, Mei akhir diharapkan sudah mulai. Rp 9 miliar tapi nanti dapatnya akhir berapa kita tunggu lelang," sambung Pramana.

Menurut Pramana, luas lahan total yang direvitalisasi ada sekitar 3 hektare. Sebab tidak hanya alun-alun tapi juga lanskap di sekitarnya.

"Di alun-alun, juga RSPD serta tamannya nanti termasuk sehingga fungsi untuk alun-alun untuk umum, untuk upacara dan sebagai ruang terbuka hijau. Tidak boleh ada pedagang seperti alun-alun daerah lain," pungkas Pramana.



Simak Video "Tarawih 8 Jam di Magetan, Dimulai Habis Isya hingga Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)