Banjir Gegara Tanggul Jebol Karangasem Surut, Begini Kondisi Terkininya

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Jumat, 18 Mar 2022 12:50 WIB
Kawat bronjong baja dan karung pasir dipasang di tanggul jebol Desa Karangasem, Cawas, Klaten, Jumat (18/32022).
Kawat bronjong baja dan karung pasir dipasang di tanggul jebol Desa Karangasem, Cawas, Klaten, Jumat (18/32022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Banjir yang merendam puluhan hektare sawah tanaman padi di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah mulai surut. Air dari luapan Sungai Gamping itu sempat merendam lahan setelah tanggul jebol.

"Air pagi ini mulai surut dan tanaman padi mulai terlihat. Kita hari ini mulai pemasangan karung dan bronjong," ungkap Kabid Logistik BPBD Kabupaten Klaten, Rujedi, kepada detikJateng, Jumat (18/3/2022).

Rujedi mengatakan pemasangan karung pasir dan bronjong baja dilakukan BPBD, pemdes, BBSWBS, TNI, Polri, dan warga. Ada sebanyak 2.000 karung berisi pasir yang dipasang di lokasi tersebut.

"Kawat bronjong baja ada 50 lembar. Hari ini diperkirakan sudah selesai sebab dimulai sejak pagi tadi," kata Rujedi.

Sementara itu, Koordinator PPL Kecamatan Cawas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, Tutwuri Handayani, mengatakan usia padi yang terendam banjir itu ada 15-20 hari setelah tanam. Jika tidak terendam lebih lima hari, diperkirakan tanaman padi bisa selamat.

"Kalau lima hari terendam tidak surut bisa mati tapi kalau sebelum lima hari surut akan hidup. Ini juga ada persemaian soalnya," ungkap Wuri kepada detikJateng.

Persoalan petani di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, menurut Wuri tidak hanya tikus yang membuat sarang dan berakibat pada jebolnya tanggul. Tapi juga wilayah sawahnya dikepung tiga sungai besar.

"Dan satu desa ini kan ada tiga sungai, Sungai Gamping, Jaran dan Nglengkong. Sedangkan pintu airnya satu di Bendung Seban," ungkap Wuri.

Petani dan pemerintah desa, imbuh Wuri sudah melakukan pengerukan dan pelebaran sungai.

"Ini saja Pak Lurah sudah berupaya untuk pengerukan agar tidak terjadi. Setiap Musrenbang kita ditanya juga usulan agar ditalut," imbuh Wuri.

Pantauan di lokasi, ada puluhan orang tim gabungan memasang bronjong kawat sejak pagi. Bronjong dipasang di luar menghadap alur sungai. Sedangkan karung diletakkan di sisi utara di tepi sawah

Sebelumnya diberitakan, hujan deras di berbagai wilayah di Kabupaten Klaten, Rabu (16/3) sore, tak hanya memicu puting beliung yang menumbangkan pepohonan tetapi juga menyebabkan tanggul sungai jebol. Tanggul yang jebol dihantam banjir itu merupakan tanggul tanah Sungai Gamping di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas.

"Tanggul Kali Gamping jebol sekitar 15 meter pada Rabu (16/3) malam. Air menggenangi persawahan sekitar 30-an hektare di Desa Karangasem," kata Kalak BPBD Kabupaten Klaten, Sri Winoto, Kamis (17/3) dini hari.



Simak Video "Kepanikan Saat Banjir Rob Terjang Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/rih)