Tanggul Sungai di Cawas Langganan Jebol, Ternyata Ini Biang Keroknya

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Kamis, 17 Mar 2022 11:58 WIB
Tanggul jebol di Sungai Gamping, Desa Karangasem, Cawas, Klaten, Kamis (17/3/2022).
Tanggul jebol di Sungai Gamping, Desa Karangasem, Cawas, Klaten, Kamis (17/3/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Tanggul Sungai Gamping di perbatasan Klaten-Gunungkidul, Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah, jebol dan merendam puluhan hektare sawah hingga hari ini. Tanggul itu disebut langganan jebol karena banyaknya tikus di kawasan tersebut.

"Tikus banyak sekali sejak dulu di sini. Tikus itu membuat lubang sarang di tanggul tanah sehingga tanggul rapuh," ungkap Harno (80), petani warga Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, kepada detikJateng di lokasi, Kamis (17/3/2022).

Harno menceritakan tanggul Sungai Gamping sering jebol saat hujan deras, bahkan disebutnya terjadi setiap tahun.

"Di dekat sawah saya sudah jebol dua kali beberapa tahun terakhir. Sampai tidak panen dan rugi banyak karena tertimbun pasir," kata Harno.

Dia mengungkap titik yang jebol pada Rabu (16/3) malam berada di timur tanggul yang sebelumnya sudah ditembok. Karena tanggul masih berupa tanah, maka berujung jadi sarang tikus.

"Yang jebol tadi malam di sisi timur talut tembok. Karena belum ditembok jadi sarang tikus lagi," sebut Harno.

Seorang petani lain, Tanto (45), mengatakan tikus menjadi momok petani. Hampir setiap hujan deras tanggul jebol dan sawah terendam.

"Tiap hujan kita khawatir tanggul jebol lagi. Masalahnya tikus masih banyak di lokasi karena tanggul sungai sebagian besar tanah," kata Tanto di lokasi.

Petani di daerah itu, kata Tanto, sudah mengatasinya dengan berbagai cara. Bahkan pernah menggropyok hingga mendapatkan tiga karung tikus.

"Tapi ya muncul lagi seperti tidak ada habisnya," kata Tanto.

Sementara itu, Koordinator PPL Dinas pertanian Pemkab Klaten, Tut Wuri Handayani, mengatakan usia padi yang terendam banjir ini 15-25 hari usai tanam. Diakuinya, tikus memang menjadi persoalan lama di lokasi tersebut.

"Benar musuhnya tikus di sini. Saat kemarau kan sungai kering jadi sulit menangani tikus, agenda persiapan tanam kadang mengerahkan regu tembak," ungkap Wuri kepada detikJateng di lokasi.

Sebelumnya diberitakan, hujan di berbagai wilayah di Kabupaten Klaten, Rabu (16/3) sore, tak hanya memicu puting beliung yang menumbangkan pepohonan tetapi juga menyebabkan tanggul sungai jebol. Tanggul yang jebol dihantam banjir itu merupakan tanggul tanah Sungai Gamping di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas.

"Tanggul Kali Gamping jebol sekitar 15 meter pada Rabu (16/3) malam. Air menggenangi persawahan sekitar 30-an hektare di Desa Karangasem," kata Kalak BPBD Klaten, Sri Winoto, Kamis (17/3) dini hari.



Simak Video "Tanggul Sungai Sat di Pati Jebol, Ladang-Puluhan Rumah Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/rih)