Hujan Lebat Semalaman, Rumah Warga Ternadi Kudus Tertimpa Longsor

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 27 Jan 2022 13:25 WIB
Longsor menimpa rumah warga Ternadi Kecamatan Dawe, Kudus, Kamis (27/1/2022).
Longsor menimpa rumah warga Ternadi Kecamatan Dawe, Kudus, Kamis (27/1/2022). (Foto: dok BPBD Kudus)
Kudus -

Longsor menimpa rumah warga Desa Ternadi Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

"Longsor juga terjadi menimpa rumah warga di Dukuh Pendem RT 4 RW 1 Desa Ternadi Kecamatan Dawe," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus, M Alfiatur Rohman dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Alfi mengatakan longsor menimpa rumah milik Sukri (45). Longsor itu disebabkan karena intensitas curah hujan tinggi, terlebih saluran pembuangan dan talud senderan tebing yang tidak kokoh.

"Disebabkan karena hujan intensitas sedang hingga lebat dari Rabu (26/1) malam disertai tidak adanya saluran pembuangan air hujan dan talud senderan tebing yang tidak kokoh," ujar dia.

"Kerugian talud 5 meter 4 meter mengalami longsor, diperkirakan kerugian material mencapai Rp 10 juta," sambung Alfi.

Dia menambahkan relawan BPBD bersama masyarakat bergotong-royong membersihkan sisa-sisa longsor. Pihaknya juga melakukan penanganan dengan menutup bekas longsor dengan terpal plastik.

"Upaya pembersihan material longsor yang menimpa rumah warga, kita juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan upaya menutup bekas longsoran dengan terpal plastik," pungkas Alfi.

Sebelumnya, longsor juga terjadi di jalan Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus pagi ini. Material longsoran menutup jalan akses warga setempat.

"Longsor menutup jalan Dukuh Kambangan RT 2 RW 5 Desa Menawan Kecamatan Gebog," kata Alfi.

Alfi pun mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pegunungan agar selalu waspada terhadap bencana alam, terutama tanah longsor. Kata dia ada beberapa ciri-ciri akan terjadi longsor. Mulai intensitas curah hujan tinggi selama berjam-jam hingga muncul retakan tanah di pegunungan.

"Ciri-ciri akan longsor hujan intensitas tinggi di wilayah pegunungan lebih dari dua jam, munculnya mata air baru secara tiba-tiba, adanya retakan tanah, getaran tanah atau suara gemuruh, kerikil berjatuhan, hingga kemiringan pohon yang tidak biasa," terang Alfi.



Simak Video "Tim Gabungan Berhasil Temukan Satu Lagi Korban Tewas Longsor Pasaman"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)