Plaza Rawa Jombor Diserahkan ke Pemkab Klaten, Ini Keluhan Pedagang

Achmad Syauqi - detikJateng
Minggu, 23 Jan 2022 13:31 WIB
Kapal wisata ditengah hamparan enceng gondok di Rawa Jombor, Klaten, Minggu (23/1/2022).
Perahu wisata di tengah hamparan eceng gondok di Rawa Jombor, Klaten, Minggu (23/1/2022). (Foto: Achmad Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Plaza Rawa Jombor di kawasan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, resmi diserahkan Pemprov Jateng ke Pemkab Klaten. Namun pelaku wisata justru mengeluhkan gulma eceng gondok yang subur di lokasi itu.

"Alhamdulillah sudah ramai (pengunjung), sore melihat matahari terbenam dan hari Minggu. Harapan kami eceng gondok juga segera dibersihkan," kata pemilik warung di plaza, Bejo Sarjono (50) kepada detikJateng, di sela peresmian oleh Bupati Klaten Sri Mulyani, Minggu (23/1/2022).

Bejo mengatakan sejak pindah dari pemancingan ke plaza, warung sudah lumayan ramai. Namun pedagang khawatir jika eceng gondok tidak dibersihkan akan berpengaruh ke pedagang.

Pantauan detikJateng di lokasi, acara penyerahan aset dilakukan di taman plaza di sisi selatan. Di tepi selatan rawa itu eceng gondok tumbuh subur bak lapangan bola.

Beberapa kapal harus menyibak tanaman air tersebut untuk berjalan. Beberapa lainnya terjebak tanaman yang rapat.

"Pembersihan eceng gondok itu sangat urgen. Karena kalau penuh eceng gondok kapal wisata tidak bisa sandar, padahal nantinya sandar di sini," ucap Bejo.

Eceng gondok tidak hanya mengganggu kapal, tapi menurut Bejo juga mengganggu pemandangan. Padahal nantinya semua kapal wisata sandar di depan plaza.

"Nantinya kapal sandar di sini, semua di sini, kalau penuh eceng gondok mengganggu pemandangan. Jadi urgen segera dibersihkan," sambung Bejo.

Pengelola kapal wisata, Nur (40) mengatakan eceng gondok menyusahkan kapal bersandar. Sebabnya kapal tidak bisa menepi.

"Sangat merepotkan karena penuh eceng gondok. Kita sandar di tempat lain karena di sini tidak mungkin," ucap Nur kepada detikJateng.

Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan Plaza Nyi Ageng Rakit sudah dibangun 28 kios. Tapi baru 17 pedagang yang bersedia pindah.

"Dari rapat bersama Pj Sekda, dari 28 kios yang dibangun pemprov, baru 17 orang yang pindah. Jangan sisanya itu diberikan orang lain dulu, saya minta menunggu tapi kalau 11 orang itu ke depan tidak memanfaatkan, bisa diserahkan ke warga lain yang ingin memanfaatkan," sebut Mulyani.

Dikatakan Mulyani, untuk eceng gondok, dirinya sudah berkomunikasi dengan provinsi. Nantinya ada bantuan alat penggiling eceng gondok.

"Tadi pak Asisten sepuh Provinsi Jawa Tengah, Pak Sarwa rawuh bilang BAZNAS siap membantu alat menggiling enceng gondok," lanjut Mulyani.



Simak Video "Baliho Raksasa Ajak Nikah Mbak Maya Nangkring di Klaten"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)