Round-Up

Akhirnya! Omicron Masuk ke Jateng, Sudah 9 Orang Dinyatakan Positif

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Sabtu, 22 Jan 2022 10:25 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/loops7)
Semarang -

Virus COVID-19 varian Omicron sudah masuk ke Jawa Tengah. Hal itu diketahui pasca keluarnya hasil whole genome sequencing (WGS) di berbagai daerah di Jateng.

9 Positif Omicron

Dari data yang diperoleh, data sample yang positif Omicron berasal dari Semarang 6 orang, Solo 1 orang, Cilacap 1 orang, dan Kota Pekalongan 1 Orang. Kepolisian daerah Jawa Tengah membenarkan hal itu.

"Dari hasil uji whole genome sequencing (WGS), ditemukan sembilan orang tersebut positif Omicron," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy lewat pesan singkat, Jumat (21/1).

Oleh sebab itu kepolisian dan pihak terkait mempersiapkan langkah kontinjensi. Iqbal juga mengimbau masyarakat untuk lebih taat protokol kesehatan.

"Kesadaran masyarakat untuk taat prokes adalah yang utama. Tetap gunakan masker, membatasi mobilitasnya dan selalu cuci tangan," ujarnya.

Omicron di Pekalongan

Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid (Aap) saat ditanya soal salah satu warganya terpapar Omicron, ia membenarkan. Namun ia menegaskan pasien tesebut sudah sembuh.

"Iya, satu warga. Tapi sudah sembuh," kata Aap, saat dihubungi detikJateng, Jumat (21/1).

Omicron di Kota Semarang

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam juga membenarkan informasi tersebut. Ada 4 orang warga Semarang yang merupakan satu keluarga terpapar Omicron dan kini semua sudah sembuh.

Kasus itu berawal dari salah satu anggota keluarga itu pulang dari luar negeri dan menjalani karantina di Wisma Atlet. Hasil PCR negatif, namun saat pulang ke semarang dia kurang enak badan dan ternyata positif COVID-19, keluarganya juga terpapar. Setelah dilakukan tes WGS, 4 orang terkonfirmasi Omicron.

"Tanggal 13 Januari dua orang sudah negatif, sisanya dua, tanggal 18 kemarin sudah negatif semuanya sudah sembuh empat-empatnya," ujar Hakam.

Kemudian ada 2 warga luar kota yang kini masih dirawat di rumah sakit di Kota Semarang. Ia menjelaskan kondisi keduanya baik.

"Kalau yang RS Elisabeth dan Bhayangkara KTP luar kota. Yang di Bhayangkara dia sengaja berobat ke Kota Semarang, Omicron. (Pasien di) Elisabeth juga KTP luar kota, tapi domisilinya di Kota Semarang, dia adalah salah satu pekerja di sebuah BUMN," terang Hakam.

"Tapi semuanya yang Omicron ini kita lihat baik. Kalau dari penelusuran, dia flu tidak sembuh-sembuh. Yang di Bhayangkara sekitar tanggal 9-an kemudian dia swab tanggal 11, positif. Tanggal 11 diminta PCR baru dirawat di RS Bhayangkara," imbuhnya.

Omicron di Cilacap

Sementara itu di Kabupaten Cilacap, satu orang terkonfirmasi positif Omicron merupakan warga Pematang Siantar yang melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Pertamina Cilacap.

"Iya bukan (dirawat) di Rumah Sakit Pertamina. Jadi itu periksa saja di RS Pertamina dan sudah tanggal 5 Januari waktu itu dan hasil whole genome sequencing (WGS) baru tadi malam keluar, ternyata positif Omicron," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi, saat dihubungi detikJateng, Jumat (21/1).

Dia mengatakan saat itu orang tersebut langsung dibawa keluarganya ke Jogja untuk melakukan isolasi mandiri (isoman), sehingga posisinya saat ini sudah tidak berada di Cilacap.

"Tapi orangnya sudah tidak ada di Cilacap, tanggal 5 itu setelah diperiksa di Pertamina, kemudian dibawa keluarganya ke Jogja, sehingga isoman di Jogja," ujarnya.

Omicron di Sukoharjo

Sedangkan di Sukoharjo, pasien yang terkonfirmasi COVID-19 varian Omicron sudah sembuh. Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati. Menurutnya, kasus Omicron itu diketahui setelah hasil WGS keluar.

"Tetapi izin kami sampaikan, bahwa ini kasus lampau (Desember) yang hasil WGS-nya baru jadi hari ini. Artinya pasien itu sekarang sudah sembuh," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (21/1).

Ganjar sudah prediksi

Terkait masuknya COVID-19 di Jateng sebenarnya sudah diprediksi Gubernur Jateng beberapa waktu lalu. Sebelum hasil tes WGS keluar, ia menyebut sebenarnya varian tersebut sudah ada namun belum ketahuan.

"Saya kira iya (Omicron sudah ada di Jateng). Keyakinan saya sih kayaknya sudah masuk, tapi belum ketahuan, biar masyarakat itu hati-hati. Jangan bilang nggak ada dulu karena ini kan pergerakan cepat sekali, tingkat penularan juga cepat," kata Ganjar Pranowo, Senin (10/1).

IDI imbau masyarakat tak berlebihan

Sementara itu terkait masuknya varian Omicron di Jateng, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau agar masyarakat tidak meremehkan meski keparahannya lebih rendah dari varian Delta. Meski demikian diimbau juga agar tidak terlalu berlebihan menanggapi.

Ketua IDI Jateng, dr Joko Handoyo mengatakan jika dibanding dengan varian Delta, varian Omicron tidak lebih parah. Namun kemampuan menularnya lebih cepat.

"Kalau dibandingkan sama Delta ya tingkat keparahan virus Omicron ini lebih rendah. Tapi kita minta masyarakat tetap waspada. Jadi jangan memandang remeh dengan penularan varian Omicron, tapi jangan juga disikapi dengan berlebihan," kata Joko saat dihubungi wartawan, Jumat (21/1/2022).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan persiapan sejak bulan Desember 2021 lalu ketika Omicron sudah dikabarkan masuk Indonesia.

"Tentunya sebagaimana yang lain juga akan tetap waspada dan sebetulnya sudah kami persiapkan sejak awal bulan Desember tahun lalu karena berita ini sudah masuk bahwa ada varian baru. Bahkan kalau kita pikir sekarang ini ada varian lebih baru lagi," jelasnya.

"Harapan kita moga-moga tidak ada lonjakan dari varian Omicron yang sebarannya lebih cepat. Maka kita minta semua warga patuhi prokes dan tetap lakukan vaksinasi untuk antisipasi penularan," imbuhnya.

(aku/mbr)