Arteria Minta Kajati Bicara Sunda Diganti, Ketua Komisi III DPR: Berlebihan

Ari Purnomo - detikJateng
Kamis, 20 Jan 2022 14:39 WIB
Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul di Solo, Kamis (20/1/2022).
Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul di Solo, Kamis (20/1/2022). (Foto: Ari Purnomo/detikJateng)
Solo -

Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto menilai reaksi anggotanya Arteria Dahlan yang meminta agar kajati yang berbahasa Sunda saat rapat diganti terlalu berlebihan. Pria yang akrab dipanggil Bambang Pacul ini menilai Arteria tak seharusnya meminta penggantian Kajati hanya karena permasalahan penggunaan bahasa.

"Yang kelebihan itu pakai bahasa Sunda itu tolong dipecat. Bahasa Indonesia dalam rapat resmi itu betul adanya. Yang kelebihan meminta Jaksa Agung kajatinya diganti. Berlebihan itu remeh temeh," tegas Bambang kepada wartawan saat mendampingi Ketua DPR Puan Maharani di Solo, Kamis (20/1/2022).

Bambang menambahkan, sebenarnya yang diharapkan Arteria juga bagus. Yakni agar bahasa yang digunakan untuk komunikasi saat rapat resmi adalah bahasa Indonesia.

Akan tetapi, dia juga tidak membenarkan, jika sampai gara-gara penggunaan bahasa itu sampai muncul desakan penggantian kajati.

"Arteria Dahlan berharap rapat resmi institusi negara pakai bahasa Indonesia, bahasa persatuan. Yang kelebihan itu pakai bahasa Sunda itu tolong dipecat, bahasa Indonesia dalam rapat resmi itu betul adanya," tuturnya.

Menurutnya, penggantian kajati juga tidak mudah begitu saja. Mengingat, jabatannya setingkat dengan kapolda yakni bintang dua.

"Kajati itu bintang dua levelnya sama dengan kapolda. Sudahlah, kalau kayak gini susah kita," ucapnya.

Untuk diketahui, saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (17/1), Arteria meminta jajaran Kejaksaan Agung bersikap profesional dalam bekerja.

Arteria lantas menyinggung seorang kepala kejaksaan tinggi yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat kerja. Dia meminta Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin memecat kajati tersebut.

"Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu," katanya.

(aku/ams)