5 Wisata Sejarah dan Museum Militer di Bandung untuk Liburan Edukasi

Yogi Bagus Prasetyo - detikJabar
Minggu, 25 Okt 2026 10:00 WIB
Museum Kavaleri. (Foto: Dok. Museum Kavaleri)
Bandung -

detikers, Kota Kembang memang dikenal dengan kopi, kuliner, dan udara sejuknya. Namun, di balik gemerlap kawasan Braga dan keramaian Dago, kota ini juga menyimpan jejak perjuangan bangsa yang layak dijelajahi. Dari tank tua hingga arsip perang, lima destinasi berikut bisa menjadi pilihan liburan yang menyenangkan sekaligus mendidik.

Wisata sejarah militer tidak selalu identik dengan suasana kaku. Di Bandung, detikers dapat melihat langsung alutsista, membaca dokumen lama, mengunjungi ruang perpustakaan berisi buku berusia ratusan tahun, hingga masuk ke pabrik pesawat. Pengalaman semacam ini cocok untuk keluarga, pelajar, maupun siapa pun yang ingin memahami perjalanan Indonesia dari sisi yang berbeda.

1. Museum Kavaleri TNI AD

Mengutip artikel detikJabar berjudul "21 Museum di Bandung, Waktu Operasional dan Harga Tiket", museum Kavaleri TNI AD berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 98-100, kompleks Mapussenkav, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Museum ini menjadi tempat yang tepat bagi detikers yang ingin melihat secara dekat tank, panser, serta kendaraan tempur milik Korps Kavaleri TNI AD.

Tak hanya itu, koleksinya menampilkan perlengkapan awak kavaleri, persenjataan, dan berbagai kendaraan tempur yang pernah berperan dalam sejarah pertahanan Indonesia. Bagi anak-anak, melihat tank dalam ukuran sesungguhnya tentu lebih berkesan daripada hanya membacanya dari buku pelajaran.

Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Kunjungan dapat dilakukan untuk umum, dan detikers juga dapat menghubungi pihak museum untuk reservasi tur edukasi atau kegiatan kelompok.

2. Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Berpindah ke Jalan Lembong Nomor 38, dekat kawasan Braga, detikers akan menemukan Museum Mandala Wangsit Siliwangi. Museum khusus ini dikelola Kodam III/Siliwangi dan diresmikan oleh Panglima Divisi Siliwangi Kolonel Ibrahim Adjie pada 23 Mei 1966.

Melansir dari laman resmi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, nama "Mandala Wangsit" bermakna tempat menyimpan amanat, petuah, atau nasihat. Sementara "Siliwangi" merujuk pada Kodam III/Siliwangi, nama yang diambil dari Raja Kerajaan Sunda. Museum ini menyimpan kisah perjuangan tentara dan rakyat Jawa Barat dalam menghadapi berbagai pergolakan.

Menurut registrasi nasional museum, kunjungan dapat dilakukan Senin hingga Kamis pukul 08.00 - 15.00 WIB, Jumat pukul 08.00 - 10.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00 - 12.00 WIB. Museum tutup pada Minggu dan tanggal merah.

3. Museum Virajati Seskoad

Melansir dari laman resmi Mustaka Seskoad, Museum Virajati Seskoad berada di dalam kompleks Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Jalan Gatot Subroto Nomor 96, Bandung. Museum dan perpustakaan ini memadukan koleksi sejarah serta seni untuk mengenalkan jejak pengabdian Seskoad kepada generasi hari ini.

Kunjungan wajib didaftarkan terlebih dahulu, detikers dapat memilih tanggal dan sesi melalui kalender kunjungan, mengisi formulir, kemudian menunggu konfirmasi dari pihak museum. Kuota per sesi juga disesuaikan dengan ketersediaan.

Jadwal kunjungan berlangsung Senin sampai Jumat, pukul 08.00 - 17.00 WIB, dengan jeda istirahat pukul 12.00 - 13.00 WIB. Pengunjung diminta mengenakan pakaian rapi dan sopan karena berada di lingkungan pendidikan serta instansi militer.




(orb/orb)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork