detikers, Kota Kembang memang dikenal dengan kopi, kuliner, dan udara sejuknya. Namun, di balik gemerlap kawasan Braga dan keramaian Dago, kota ini juga menyimpan jejak perjuangan bangsa yang layak dijelajahi. Dari tank tua hingga arsip perang, lima destinasi berikut bisa menjadi pilihan liburan yang menyenangkan sekaligus mendidik.
Wisata sejarah militer tidak selalu identik dengan suasana kaku. Di Bandung, detikers dapat melihat langsung alutsista, membaca dokumen lama, mengunjungi ruang perpustakaan berisi buku berusia ratusan tahun, hingga masuk ke pabrik pesawat. Pengalaman semacam ini cocok untuk keluarga, pelajar, maupun siapa pun yang ingin memahami perjalanan Indonesia dari sisi yang berbeda.
1. Museum Kavaleri TNI AD
Mengutip artikel detikJabar berjudul "21 Museum di Bandung, Waktu Operasional dan Harga Tiket", museum Kavaleri TNI AD berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 98-100, kompleks Mapussenkav, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Museum ini menjadi tempat yang tepat bagi detikers yang ingin melihat secara dekat tank, panser, serta kendaraan tempur milik Korps Kavaleri TNI AD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, koleksinya menampilkan perlengkapan awak kavaleri, persenjataan, dan berbagai kendaraan tempur yang pernah berperan dalam sejarah pertahanan Indonesia. Bagi anak-anak, melihat tank dalam ukuran sesungguhnya tentu lebih berkesan daripada hanya membacanya dari buku pelajaran.
Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Kunjungan dapat dilakukan untuk umum, dan detikers juga dapat menghubungi pihak museum untuk reservasi tur edukasi atau kegiatan kelompok.
2. Museum Mandala Wangsit Siliwangi
Berpindah ke Jalan Lembong Nomor 38, dekat kawasan Braga, detikers akan menemukan Museum Mandala Wangsit Siliwangi. Museum khusus ini dikelola Kodam III/Siliwangi dan diresmikan oleh Panglima Divisi Siliwangi Kolonel Ibrahim Adjie pada 23 Mei 1966.
Melansir dari laman resmi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, nama "Mandala Wangsit" bermakna tempat menyimpan amanat, petuah, atau nasihat. Sementara "Siliwangi" merujuk pada Kodam III/Siliwangi, nama yang diambil dari Raja Kerajaan Sunda. Museum ini menyimpan kisah perjuangan tentara dan rakyat Jawa Barat dalam menghadapi berbagai pergolakan.
Menurut registrasi nasional museum, kunjungan dapat dilakukan Senin hingga Kamis pukul 08.00 - 15.00 WIB, Jumat pukul 08.00 - 10.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00 - 12.00 WIB. Museum tutup pada Minggu dan tanggal merah.
3. Museum Virajati Seskoad
Melansir dari laman resmi Mustaka Seskoad, Museum Virajati Seskoad berada di dalam kompleks Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Jalan Gatot Subroto Nomor 96, Bandung. Museum dan perpustakaan ini memadukan koleksi sejarah serta seni untuk mengenalkan jejak pengabdian Seskoad kepada generasi hari ini.
Kunjungan wajib didaftarkan terlebih dahulu, detikers dapat memilih tanggal dan sesi melalui kalender kunjungan, mengisi formulir, kemudian menunggu konfirmasi dari pihak museum. Kuota per sesi juga disesuaikan dengan ketersediaan.
Jadwal kunjungan berlangsung Senin sampai Jumat, pukul 08.00 - 17.00 WIB, dengan jeda istirahat pukul 12.00 - 13.00 WIB. Pengunjung diminta mengenakan pakaian rapi dan sopan karena berada di lingkungan pendidikan serta instansi militer.
4. Dinas Sejarah TNI AD
Melansir laman resmi Museum TNI AD, Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat atau Disjarahad berkedudukan di Jalan Belitung Nomor 6, Kecamatan Sumur Bandung. Lembaga ini merupakan Badan Pelaksana Pusat di tingkat Mabesad yang berada langsung di bawah Kepala Staf Angkatan Darat.
Sejarah Disjarahad berakar dari penyerahan Central Militair Bibliotheek milik KNIL kepada APRI. Dari situ, Pusat Perpustakaan Angkatan Darat dibentuk pada 1950, lalu berkembang menjadi Dinas Sejarah Perang Angkatan Darat pada 1953.
Bagi detikers yang menyukai riset, tempat ini menarik karena menyimpan dokumen, arsip, dan koleksi perpustakaan yang berkaitan dengan sejarah militer. Perpustakaan pusatnya juga dikenal menyimpan puluhan ribu buku, termasuk koleksi langka dari abad ke-19, sehingga menjadi rujukan bagi peneliti dari dalam dan luar negeri.
5. DI Edutainment
Berbeda dengan museum militer darat, DI Edutainment mengajak pengunjung menelusuri dunia kedirgantaraan Indonesia. Mengutip dari akun media sosial @di_edutainment, destinasi eduwisata yang dikelola oleh PT Dirgantara Indonesia ini berlokasi di kawasan pabrik pesawat terbang Bandung, yang berada dekat dengan Bandara Husein Sastranegara.
Melalui Factory Tour, kawasan industri strategis yang selama puluhan tahun tertutup bagi publik kini dapat dijelajahi masyarakat umum. Pengunjung diajak mengenal proses manufaktur, melihat langsung fasilitas hanggar produksi, hingga memahami peran besar Indonesia dalam sejarah penerbangan dunia.
Melansir informasi dari laman resmi PT Dirgantara Indonesia, tur edukasi ini dibuka khusus untuk umum setiap Sabtu dan Minggu pukul 08.30 hingga 16.00 WIB. Wisatawan akan diajak berkeliling area pabrik menggunakan armada bus khusus seperti DI Edubus atau kendaraan Landy Tour.
Merujuk pada sistem pemesanan tiket digital @di_edutainment, tiket masuk reguler kini dibanderol seharga Rp 40.000 per orang, sementara anak di bawah usia 3 tahun gratis. Calon pengunjung disarankan membeli tiket secara daring jauh-jauh hari guna memastikan ketersediaan kuota kunjungan.
Rencana Liburan Edukasi
Kelima destinasi ini dapat dijadwalkan dalam dua hari. Hari pertama cocok untuk menjelajahi kawasan Jalan Gatot Subroto, yakni Museum Kavaleri dan Museum Virajati Seskoad. Keduanya berada berdekatan sehingga memudahkan detikers mengatur waktu kunjungan.
Hari berikutnya dapat diisi dengan Museum Mandala Wangsit Siliwangi di kawasan Braga, lanjut ke Disjarahad di Jalan Belitung. Jika kunjungan jatuh pada akhir pekan, DI Edutainment dapat menjadi penutup perjalanan yang penuh pengalaman kedirgantaraan.
Sebelum berangkat, pastikan detikers mengecek jadwal terbaru, ketentuan pendaftaran, serta aturan pakaian. Wisata sejarah militer di Bandung bukan sekadar rekreasi, melainkan kesempatan mengenal perjuangan bangsa secara lebih hidup dan bermakna.
