Bandung dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki banyak ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kawasan perkotaan. Tempat-tempat ini bisa menjadi pilihan untuk mencari suasana yang lebih sejuk, berjalan santai, berolahraga ringan, atau sekadar menghabiskan waktu tanpa harus mengeluarkan biaya.
Keberadaan ruang terbuka hijau juga membuat warga dan wisatawan memiliki alternatif tempat rekreasi yang lebih ramah di kantong bahkan gratis. Berikut lima ruang terbuka hijau di Bandung yang bisa dikunjungi gratis!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Taman Balai Kota Bandung
Taman Balai Kota Bandung berada di kawasan Balai Kota Bandung, tepatnya di Jalan Wastukencana No. 2, Babakan Ciamis. Kawasan taman ini memiliki area hijau yang cukup asri dan terbagi dalam beberapa bagian, seperti Taman Dewi Sartika, Taman Badak, serta area taman labirin yang juga dilengkapi ruang bermain sehingga cukup ramah untuk keluarga.
Taman Dewi Sartika sendiri tercatat sebagai salah satu ruang bermain anak di Kota Bandung dengan fasilitas alat permainan luar ruang dan ruang terbuka hijau.
Selain bersantai, pengunjung bisa memanfaatkan kawasan ini untuk berjalan kaki, berfoto, atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Lokasinya yang berada di pusat kota juga membuat Taman Balai Kota cukup mudah dijangkau.
2. Teras Cikapundung
Ingin menikmati ruang terbuka hijau dengan suasana sungai? Teras Cikapundung bisa menjadi pilihan. Taman ini berada di kawasan Jalan Siliwangi, Kecamatan Coblong, tidak jauh dari Babakan Siliwangi. Ruang publik ini berada di bantaran Sungai Cikapundung dan memadukan konsep urban dengan suasana ekologis.
Salah satu daya tarik yang paling mudah dikenali adalah jembatan merah yang membelah aliran sungai dan menjadi salah satu ikon Teras Cikapundung dan kerap digunakan pengunjung sebagai spot foto.
Selain jembatan merah, kawasan ini juga memiliki area taman, kolam, serta ruang untuk bersantai. Suara aliran air dan pepohonan di sekitar kawasan membuat suasananya terasa berbeda dari lingkungan perkotaan di sekitarnya.
3. Taman Lansia
Jangan terkecoh dengan namanya, taman yang berada di Jalan Cisangkuy, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan ini merupakan salah satu ruang hijau yang bisa dinikmati berbagai kalangan.
Lokasinya juga berada di kawasan sekitar Gedung Sate sehingga cocok dikunjungi setelah berjalan-jalan di pusat Kota Bandung bagian utara. Taman Lansia dipenuhi pepohonan tinggi dan rindang yang memberikan suasana teduh, pengunjung juga bisa memanfaatkan jalur pejalan kaki untuk berjalan santai atau melakukan olahraga ringan.
Menurut informasi Pemerintah Kota Bandung, taman ini sudah ada sejak 1885. Nama "Lansia" bukan berarti kawasan tersebut hanya diperuntukkan bagi lanjut usia, melainkan berkaitan dengan usia taman yang sudah sangat tua.
4. Babakan Siliwangi
Bagi detikers yang ingin merasakan suasana seperti berada di tengah hutan tanpa harus pergi jauh dari pusat kota, Babakan Siliwangi atau Baksil patut masuk daftar. Kawasan hutan kota ini berada di Jalan Siliwangi No. 7, Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong dan dikenal sebagai salah satu hutan kota yang cukup luas di Kota Bandung.
Salah satu fasilitas yang ada di kawasan tersebut adalah Forest Walk Babakan Siliwangi, jalur ini memungkinkan pengunjung berjalan kaki atau berolahraga sambil menikmati suasana pepohonan di kawasan hutan kota.
Dokumen Pemkot Bandung juga menyebut Forest Walk sebagai fasilitas publik yang digunakan warga untuk berjalan kaki dan jogging. Suasana hijau dan udara yang relatif sejuk membuat Babakan Siliwangi cocok untuk melepas penat.
5. Taman Film Bandung
Taman Film Bandung menawarkan pengalaman ruang terbuka hijau dengan konsep yang cukup berbeda. Berada di kawasan bawah jembatan Pasupati atau Jembatan Prof. Mochtar Kusumaatmadja, taman ini berada di kawasan Jalan Laswi, Babakan Ciamis.
Taman Film dirancang sebagai taman tematik dengan konsep amphitheater, area duduk dibuat bertingkat dan mengelilingi ruang terbuka sehingga dapat digunakan untuk berkumpul maupun mengadakan berbagai kegiatan komunitas.
Taman ini memiliki luas sekitar 700 meter persegi dan sejak awal dirancang sebagai ruang publik tempat warga dapat menonton film di area terbuka. Kapasitas amphitheater-nya disebut dapat menampung sekitar 500 orang.
Keberadaan rumput sintetis yang tertata rapi juga menjadi salah satu ciri khas taman ini. Pengunjung bisa duduk santai, berkumpul bersama teman, atau sekadar menikmati suasana kawasan secara gratis.
Keberadaan ruang terbuka hijau membuat pilihan rekreasi di Bandung tidak selalu harus berupa tempat wisata berbayar. Ada yang cocok untuk bersantai bersama keluarga, menikmati suasana sungai, berjalan di bawah pepohonan, hingga berkumpul bersama komunitas.
Oleh karena itu, tempat-tempat tersebut bisa menjadi alternatif wisata gratis di Bandung bagi detikers yang ingin menikmati suasana kota dengan anggaran minim. Meski gratis, pengunjung tetap perlu menjaga kebersihan, mengikuti aturan yang berlaku, dan memperhatikan kondisi fasilitas sebelum berkunjung. Dengan begitu, ruang terbuka hijau Bandung dapat terus dinikmati bersama.
(iqk/iqk)
