Mengenal Punclut Lebih Dekat

Kota Bandung

Mengenal Punclut Lebih Dekat

Siti Nurhaliza Safitri - detikJabar
Kamis, 24 Sep 2026 04:30 WIB
Suasana kawasan resapan Bandung Utara yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian terlihat dari Punclut, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan upaya pemulihan 14 juta hektare lahan kritis di Indonesia membutuhkan waktu hingga 60 tahun. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.
Kawasan Punclut di Bandung. (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Bandung -

Puncak Ciumbuleuit atau akrab dikenal dengan istilah Punclut merupakan satu dari sekian kawasan lindung di Kota Bandung yang kerap dikunjungi karena menawarkan lanskap pemandangan yang indah.

Selain pepohonan rimbun dan memanjakan mata, wilayah Punclut menyajikan beragam objek wisata rekreasi maupun kuliner. Tak ayal jika Punclut kerap dijadikan sebagai destinasi bagi wisatawan maupun warga Bandung sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asal-usul Ciumbuleuit

Kelurahan Ciumbuleuit berada di wilayah Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Masyarakat luar Bandung acap kali kesulitan dalam mengucapkan Ciumbuleuit.

Lurah Ciumbuleuit, Franky, mengatakan nama Ciumbuleuit berasal dari padanan kata ci berarti air atau sungai, ambu berarti umbul air, dan leuit bermakna lumbung padi.

ADVERTISEMENT

Padanan kata tersebut diambil berdasarkan kondisi geografis Kelurahan Ciumbuleuit yang dulu berdekatan dengan aliran sungai, perkebunan, dan pertanian.

"Kalau dari segi geografisnya kan memang airnya subur, terus penghasil beras juga ceritanya. Kata orang-orang terdahulu, ada sebuah lumbung padi di sini," ujar Franky saat diwawancarai, Rabu (23/9).

Franky juga mengonfirmasi nama Ciumbuleuit diambil dari legenda masyarakat yang mengisahkan betapa suburnya tanaman padi di daerah tersebut.

Sejarah Kepemilikan Lahan

Di tengah kekayaan alam yang ditawarkan, rupanya sempat terjadi perselisihan kepemilikan lahan ketika pemerintah memberikan hak milik tanah di Punclut kepada pejuang Republik Indonesia pada 1961.

Pemberian hak milik bukannya tanpa syarat, para pejuang perlu membangun rumah dalam kurun waktu lima tahun untuk mengklaim kepemilikan tanah, namun hal tersebut gagal dilaksanakan.

Di sisi lain, pemerintah memiliki visi untuk menjadikan Punclut sebagai kawasan wisata dengan cara menggandeng swasta. Keputusan ini sempat menuai kontroversi, sebab sebagian masyarakat khawatir akan terjadinya kerusakan lingkungan.

Meski begitu, Franky mengatakan segala bentuk pembangunan di Punclut kini harus berkesinambungan dengan ruang terbuka hijau dan disetujui oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Penggerak Roda Ekonomi

Meningkatnya jumlah penduduk di Kota Bandung membuat wilayah Puncak Ciumbuleuit kian dipadati permukiman yang diiringi pembangunan pusat wisata. Hal ini disambut baik sebagai pendongkrak roda ekonomi, khususnya pada sektor kuliner.

Punclut sendiri menawarkan pengalaman bagi wisatawan untuk menikmati kuliner khas Sunda sembari menyaksikan lanskap Kota Bandung dari ketinggian.

"Seperti nasi hitam, terus juga makanan-makanan Sunda. Ada juga pasar kaget yang rutin dilaksanakan setiap hari Minggu. Itu banyak macam-macam kuliner," ungkap Franky.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads