Sejumlah taman tematik di Kota Bandung mengalami perubahan desain yang signifikan. Pagar di area taman, kini lebih ditinggikan dibanding dengan kondisi sebelumnya.
Pantauan detikJabar, kondisi ini salah satunya bisa dijumpai di Taman Lansia dan Taman Alun-alun Kota Bandung. Selain dipasang pagar yang tinggi, akses masuk dan keluar juga dibuat menjadi satu pintu untuk pengunjung yang datang.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Luthfi Firdaus menjelaskan soal kondisi ini. Ia mengatakan, fasilitas itu dibangun untuk mencegah tindakan orang yang tak bertanggungjawab seperti vandalisme hingga potensi kerusuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita kan masih punya permasalahan soal vandalisme, terus masalah keamanan, ketertiban. Apalagi kemarin Taman Lansia itu kan ada konsentrasi massa soal demo Agustus tahun lalu. Makanya kita lakukan perbaikan banyak, karena ada kerusakan-kerusakan taman," katanya kepada detikJabar, Selasa (1/9/2026).
"Jadi polanya memang sekarang seperti itu. Kita bikin one way gate-nya, agar bisa mudah dikendalikan. Karena memang di lapangan masih banyak permasalahan vandalisme sama ketertiban, sama kebersihan seperti itu, termasuk masalah tunawisma," tambahnya.
Luthfi sempat ditanya pembangunan pagar itu justru malah merusak estetika taman. Namun menurutnya, kebutuhan itu disesuaikan dengan sejumlah aspek, terutama faktor keamanan.
"Saya pikir pendekatan perencanaan tuh tuh ada aspek-aspek lain, termasuk aspek keamanan lah begitu yah. Tapi yang paling penting kan warga yang masuk ke taman itu bisa lebih nyaman," ujarnya.
"Seperti dengan alun-alun, kan kalau di dalamnya kan saya pikir landscape-nya lapang, nyaman lah. Walaupun memang di pagar luaran tinggi-tinggi," tambahnya.
Tahun ini sendiri, DPKP Kota Bandung menargetkan sejumlah revitalisasi taman, di antaranya Taman Fitnes, Taman Tegallega, Taman Gasmin, termasuk tahap II pentaan Taman Hutan Babakan Siliwangi dan Taman Lansia. Khusus pentaan Taman Tegalega, Luthfi mengatakan proyek itu untuk keperluan integrasi dengan BRT Bandung Raya.
"Targetnya nanti Desember mudah-mudahan, mungkin konstruksinya bulan depan sudah mulai. Kalau untuk taman di Kota Bandung itu jumlahnya ada 700, 25 taman tematik, dan 300-nya ditangani DPKP. Untuk penataan itu disesuaikan dengan kebutuhan sama anggaran," terangnya.
Luthfi pun mengimbau pengunjung yang datang bisa menjaga fasilitas taman di Kota Bandung. Warga diminta untuk menjaga kebersihan, dan tidak boleh melakukan aksi vandalisme di taman tersebut.
"Jadi ya tidak bosan-bosannya menurut saya menghimbau agar masyarakat lebih paham menjaga sarana prasarana taman, kebersihan terutama. Termasuk vandalisme gitu yang sekarang masih tetap marak. Taman mah kan ruang publik yang bisa dinikmati warga Bandung dengan gratis ya. Kita punya kewajiban untuk menjaga sama-sama," pungkasnya.
Simak Video "Video Heboh Pemotor Lempar Batu ke Bus Trans Jatim, Pelakunya Ternyata ASN"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
