Strategi Pemkab Pangandaran Perkuat Konektivitas Wisatawan

Strategi Pemkab Pangandaran Perkuat Konektivitas Wisatawan

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Jumat, 28 Agu 2026 19:30 WIB
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus berupaya mendongkrak angka kunjungan wisatawan dengan memprioritaskan penguatan konektivitas transportasi. Selama ini, aksesibilitas menjadi tantangan utama mengingat perjalanan darat dari Jakarta atau Bandung memakan waktu hingga 6-9 jam.

Meski jalur udara tersedia, tingginya harga tiket pesawat membuat opsi ini sulit dijangkau mayoritas pelancong. Di sisi lain, layanan kereta api saat ini hanya sampai di Kota Banjar, sehingga wisatawan masih harus menempuh perjalanan darat tambahan selama 2 jam menuju Pangandaran.

Aktivasi kembali jalur kereta api langsung ke Pangandaran sebenarnya menjadi solusi yang paling dinantikan, namun hingga kini realisasinya masih terhambat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menjelaskan bahwa rencana tersebut sudah bergulir sejak periode kepemimpinan sebelumnya namun terkendala anggaran yang fantastis.

ADVERTISEMENT

"Sudah lama tapi masih wacana. Karena kan biayanya tidak sedikit, butuh taksiran capai Rp 5-7 triliun belum lagi jalur terowongan yang ternyata hasil analisis harus perbaikan seperti di Cikacepit dan Wihelmina," ucap Citra kepada DetikJabar.

Pemkab Pangandaran sebelumnya sempat mencoba mempermudah mobilitas wisatawan dari Stasiun Banjar dengan menggandeng Damri. Namun, langkah tersebut tidak berjalan mulus. "Namun operasionalnya tidak berlangsung lama, hanya beberapa bulan berhenti karena ada penolakan dari Organda," katanya.

Sebagai langkah alternatif, Citra kini mulai menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Fokusnya adalah mengkaji potensi jalur kereta api melalui Sidareja yang dianggap lebih strategis secara jarak.

"Sudah kita komunikasi dengan Bupati Cilacap dulu. Untuk aktivasi jalur kerete api Sidareja ke Pangandaran, ternyata lebih dekat dari Banjar," kata Citra.

Selain aktivasi rel, komunikasi intensif juga mencakup penyediaan layanan bus pengumpan (shuttle bus) dari Stasiun Sidareja untuk mempercepat waktu tempuh wisatawan. "Karena kalo jarak 1 jam lebih dekat," ucapnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads