Destinasi wisata Green Canyon di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diproyeksikan menjadi proyek percontohan (role model) destinasi wisata dunia. Lokasi ini dinilai memiliki daya tarik alam yang kompetitif untuk bersaing di level internasional.
Green Canyon menawarkan keunikan panorama berupa aliran sungai berwarna hijau yang diapit batuan stalaktit dan stalagmit. Keasrian kawasan ini semakin lengkap dengan keberadaan air terjun abadi di celah bebatuan. Namun, aktivitas wisata saat ini masih menyisakan persoalan lingkungan, terutama polusi residu bahan bakar dari mesin perahu konvensional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Daerah setempat kini fokus mewujudkan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran, Dadan Sugitha, menekankan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor.
"Pariwisata berkelanjutan itu kan secara lingkungan, sosial dan ekonomi harus seimbang. Termasuk melibatkan masyarakat didalamnya," kata Dadan, Selasa (25/8/2026).
Dadan menjelaskan, Green Canyon masuk dalam skema pengembangan destinasi kelas dunia karena potensinya yang besar. Upaya pembenahan akan menyasar aspek kebersihan hingga penggunaan teknologi ramah lingkungan.
"Ya karena meskipun ramai dikunjungi tempatnya masih asri dan tempatnya bisa dipoles dari sisi kebersihan, pengguanaan perahu listrik hingga kompor-kompor yang digunakan pun pakai listrik," ucapnya.
Saat ini, Green Canyon merupakan satu dari enam destinasi yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran berdasarkan Perbup No 103 Tahun 2023. Transformasi ke arah destinasi premium juga akan mencakup pembenahan manajemen di lapangan.
"Termasuk juga sistem pengelolaan parkirnya, digitalisasi wisata hingga destinasi premium," katanya.
