Dua Tokoh Militer Berpengaruh asal Pangandaran

Dua Tokoh Militer Berpengaruh asal Pangandaran

Aldi Nur Fadilah - detikJabar
Senin, 17 Agu 2026 14:00 WIB
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saay balik kampung di Pangandaran dan bangun masjid berbentuk baret.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saay balik kampung di Pangandaran dan bangun masjid berbentuk baret. (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar)
Pangandaran -

Sejumlah tokoh yang berkiprah di tingkat nasional maupun memiliki pengaruh besar dalam kebijakan militer di Indonesia lahir dari Kabupaten Pangandaran. Salah satunya adalah Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima TNI yang saat ini tengah menjabat.

Selain Jenderal Agus, pada era kemerdekaan Republik Indonesia, terdapat satu nama yang memiliki pengaruh signifikan di angkatan militer tanah air, yakni Oejeng Soewargana. Namanya mencuat kala menjadi orang kepercayaan Jenderal Besar A.H. Nasution dan sempat diterpa isu sebagai agen CIA.

Kedua tokoh militer ini menjadi catatan gemilang bahwa putra daerah mampu berkiprah di kancah nasional dalam berbagai bidang dan disiplin ilmu. Kedua sosok ini membuktikan bahwa putra daerah memiliki daya saing yang tinggi di tingkat nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai kedua tokoh berpengaruh di dunia militer tersebut, berikut adalah profil singkat Oejeng Soewargana dan Jenderal TNI Agus Subiyanto.

1. Oejeng Soewargana

Oejeng SoewarganaOejeng Soewargana Foto: Istimewa/Perpusnas

Oejeng Soewargana merupakan pria kelahiran Pangandaran pada tahun 1917. Ia dikenal sebagai tokoh pendidikan, penerbitan, sekaligus militer. Trah ketokohannya mengalir dari sang ayah, Kartaatmadja, yang juga merupakan tokoh pendidikan.

ADVERTISEMENT

Alumni sekolah guru di Bandung ini kemudian memutuskan untuk terjun ke dunia militer melalui Divisi Siliwangi. Kendati demikian, minatnya terhadap dunia pendidikan tidak pernah pudar.

Oejeng merupakan penulis yang produktif. Berbagai buku dengan beragam tema telah ia terbitkan, mulai dari bahasa Sunda, ilmu politik, hingga strategi militer.

Selain aktif menulis, Oejeng memiliki industri penerbitan buku. Ia dikenal sebagai tangan kanan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dan beberapa kali dipercaya menjalankan tugas diplomasi ke luar negeri.

Oejeng, yang merupakan adik dari musisi legendaris Daeng Soetigna, wafat pada Mei 1979 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Berdasarkan laporan majalah Tempo, sejumlah tokoh besar hadir melayat, di antaranya Jenderal A.H. Nasution hingga Jenderal Polisi Hoegeng.

Jenazah Oejeng dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung. Di Pangandaran, nama Oejeng hingga kini diabadikan pada sebuah bangunan bersejarah, yakni Gedung Oejeng, yang merupakan rumah peninggalan orang tuanya.

2. Agus Subiyanto

Panglima TNI Jenderal Agus SubiyantoPanglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Foto: Anggi Muliawati/detikcom

Jenderal TNI Agus Subiyanto merupakan pria kelahiran Cimahi, 5 Agustus 1967. Meski lahir di Cimahi, ia dibesarkan oleh ayahnya, yang juga seorang prajurit TNI berpangkat Kopral, di Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Ia merupakan anak kedua dari enam bersaudara.

Masa kecilnya dilalui dengan penuh tantangan, termasuk harus berpindah tempat tinggal mengikuti lokasi penugasan sang ayah. Karier Agus melejit saat menjabat sebagai Dandim Surakarta pada era Wali Kota Joko Widodo. Meski telah menduduki jabatan tinggi, ia rutin pulang ke Cijulang setiap tahun untuk mengunjungi rumah kakek dan neneknya.

Kakeknya dahulu merupakan seorang perajin perahu nelayan di wilayah Batukaras. Selama berkarier di dunia militer, kontribusi Agus dalam pembangunan Pangandaran cukup signifikan. Saat menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi, ia membangun jembatan gantung yang menghubungkan Cijulang dengan Batukaras.

Langkah tersebut diambil karena akses jalan tersebut sebelumnya hanya berupa jembatan bambu sejak ia masih kecil. Pembangunan itu ia maknai sebagai bentuk kepedulian dan pengobat rindu terhadap masa kecilnya.

Agus dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (22/11/2023) di Istana Negara, Jakarta Pusat. Ia menggantikan Laksamana TNI Yudo Margono yang memasuki masa purna tugas pada 26 Desember 2023.

Profil Singkat Jenderal TNI Agus Subiyanto

Pendidikan: Akademi Militer (Akmil) tahun 1991

Riwayat Jabatan:

- Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta

- Wakil Asops Divisi 2 Kostrad (2011)

- Asops Kasdam I/Bukit Barisan (2014)

- Komandan Resimen Induk Kodam II/Sriwijaya (2017)

- Komandan Korem 132/Tadulako (2017)

- Wadanpussenif Kodiklatad (2019)

- Komandan Paspampres (2020)

- Wakil Kepala Staf TNI AD (2022)

- Kepala Staf TNI AD (KSAD) (2023)

- Panglima TNI (2023)

Pada Januari 2022, Agus Subiyanto dilantik menjadi Wakasad oleh Panglima TNI saat itu, Jenderal TNI Andika Perkasa. Ia diangkat berdasarkan Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan Nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Selain itu, Jenderal Agus Subiyanto juga pernah mengemban amanah sebagai Komandan Paspampres (Danpaspampres) di Mabes TNI. Kenaikan pangkatnya menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) terjadi pada 8 Desember 2020.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads