Menyusuri jalan setapak dengan hawa sejuk khas pegunungan di kawasan utara Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi cara sempurna menikmati libur panjang menyambut gempita Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Penat karena beban pekerjaan dan carut marutnya kondisi negara perlu diobati lewat kabur sejenak lalu menyatu dengan alam. Deru air di sungai dari barisan curug di Parongpong, Bandung Barat, jadi pilihan yang tepat berwisata dengan keluarga.
Tujuan petualangan kali ini ialah Curug Putri, via jalur Ciwangun Indah Camp, Parongpong, Bandung Barat. Curug tersembunyi di ujur jalur, yakni sedang diminati banyak pelancong dari berbagai daerah, terutama Bandung Raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya sengaja liburan bareng keluarga, kebetulan kan masih ada libur sampai besok. Jadi hari ini ajak anak-anak ke CIC, trekking ke curug di sini," kata Citra Puspahati, warga Cimahi, Minggu (16/8/2026).
Bersama beberapa adik sepupunya, wanita 36 tahun itu datang sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka langsung menuju ke gerbang utama CIC, membeli tiket masuk sebelum memulai perjalanan yang lumayan panjang namun masih bisa dinikmati.
Dia anaknya yang duduk di bangku TK dan kelas 3 SD, dibekali tas ransel kecil berisi minuman serta sedikit makanan ringan. Berbalut baju santai dengan sepatu olahraga, perjalanan healing mereka akhirnya dimulai.
Trek menuju Curug Putri via CIC menyajikan kombinasi medan yang unik. Jalur yang dilalui didominasi oleh tanah, lalu ada susunan tangga naik turun, serta rimbun vegetasi khas pegunungan Bandung Utara.
Perjalanan tak membosankan, di beberapa tutik sudut kemiringan jalan terbilang lumayan terjal hingga ujung-ujungnya menguras stamina yang tak seberapa. Beruntung permukaan kering sehingga pijakan kaki tak licin dan membahayakan.
"Ya seru, karena treknya beragam. Awal-awal nanjak lumayan tinggi tapi jalannya enak karena berbentuk tangga. Terus ada menurunnya meskipun lumayan curam tapi untungnya jalan aman karena enggak becek sama sekali," kata Citra.
Rasa lelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit terbayar tuntas begitu gemuruh air terjun di Curug Putri menyapa telinga samar-samar. Kala mata mulai menemukan sumber suara, dari kejauhan menangkap banyak pengunjung yang tiba lebih dulu sudah merendam kaki di aliran curug.
"Ramai juga tadi pengunjungnya, mungkin karena lagi libur panjang dan kebetulan ini lagi viral di media sosial. Tempatnya ya cukup lah buat healing setitik, cuma harus hati-hati apalagi yang bawa anak kecil karena ada area larangan berenang. Terus airnya dingin dan batu-batu di sungainya licin," kata Citra.
Ia dan rombongan sejenak melepas penat dan beristirahat. Matahari semakin siang mulai menyengat di kulit. Tak berlama-lama, mereka langsung melanjutkan perjalanan kembali ke titik awal namun menemput rute yang berbeda.
Curug Putri tidak hanya menawarkan pengalaman nyata nan menguras fisik menembus rimbunnya hutan. Tetapi mengajak sesekali meresapi makna kebebasan dan istirahat dari hiruk pikuk perkotaan di tengah hutan.
"Cocok buat melepas stress, anak-anak harus dikenalkan dengan alam sejak kecil. Mudah-mudahan tempat seperti ini terus ada dan terjaga, bahkan bagus kalau fasilitasnya dilengkapi," ujar Citra.
Untuk menikmati kesejukan alam di kawasan CIC, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp30 ribu per orang. Kemudian rute menuju ke CIC juga tak terlalu sulit. Wisatawan dari arah Bandung bisa melewati rute melalui Jalan Sersan Bajuri mengarah ke Curug Pelangi Cimahi.
Kemudian jika pengunjung datang dari arah Cimahi, bisa menempuh rute Jalan Cihanjuang maupun Jalan Kolonel Masturi mengarah ke Parongpong.
