Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Tasikmalaya diisi dengan cara berbeda. Ratusan warga Kecamatan Tanjungjaya berkumpul di tepi Situ Sanghyang, Kecamatan Tanjungjaya, untuk mengikuti lomba ngaliwet.
Lomba ngaliwet menjadi daya tarik utama. Aroma nasi liwet yang dimasak di tungku kayu berpadu dengan sejuknya udara Situ Sanghyang menambah keseruan lomba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta datang dari berbagai desa di Kecamatan Tanjungjaya. Mereka membawa perlengkapan masak dan bahan-bahan dari rumah.
"Saya senang sekali ikut kegiatan lomba ngaliwet, apalagi ini kembali di Alam di pinggir Situ Sanghiyang, jadi alaminya dapat," kata Memey, salah satu peserta.
Reni, peserta lain, mengaku antusias mengikuti lomba ngaliwet Piala Wakil Bupati Tasikmalaya. Salah satu peserta mengaku senang bisa ikut lomba dengan latar belakang danau.
"Saya antusias ikut lomba nasi liwet ini. Suasana Situ Sanghiyang yang airnya kuat walau kemarau jadi pemandangan tersendiri. Ngaliwet makin terasa di kampung," kata Reni.
Bagi Reni, memasak liwet di pinggir situ memberi pengalaman berbeda. Tidak seperti lomba di halaman kantor atau alun-alun.
Lomba ngaliwet di Tasikmalaya. (Foto: Deden Rahadian/detikJabar) |
Angin sepoi dan suara alam membuat suasana lomba terasa lebih meriah. Warga saling membantu sambil menunggu liwet matang.
"Jadi ini bentuk nyatanya kalau ngaliwet yah di kebun atau dilokasi yang rindang rindang ini," kata Reni.
Lomba ngaliwet ini diikuti 100 peserta atau kastrol. Setiap kastrol digawangi 10 orang.
Mereka adu piawai menanak nasi liwet dengan lauk pauknya. Selain rasa, keunikan menghidangkan liwet jadi kriteria penilaian.
"Lomba ngaliwet piala Wabup diikuti oleh 100 kastrol masing-masing per kastrol 10 orang. Jadi penilaiannya liwet unik dan rasa," kata Camat Tanjungjaya, Rahmat Zaenal Muttaqin.
Kegiatan ini dalam rangka HUT ke-81 RI dan juga mempererat silaturahmi antar-masyarakat. Hadiah yang disediakan seekor domba bagi pemenang dan door prize lainnya.
"Panitia menyiapkan juri untuk menilai keunikan penyajian dan rasa nasi liwet. Selain hadiah utama, ada juga door prize untuk peserta. Ada domba hadiah utamanya," kata Rahmat.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, turut hadir dan makan bersama nasi liwet dengan warga. Tak hanya memeriahkan HUT ke-81 RI, lomba ngaliwet di Situ Sanghyang bertujuan untuk mengenalkan potensi wisatawan lokal.
"Lomba ngaliwet ini memeriahkan HUT RI ke-81 tahun. Di sisi lain ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan, kita kenalkan potensi wisata lokal agar semakin terkenal," kata Asep Sopari Alayubi.
Menurut Asep, Situ Sanghyang memiliki keunggulan. Airnya tidak pernah surut meski kemarau panjang karena hutannya masih asri.
"Utamanya lagi ini kan di Situ Sanghiyang potensi wisata lokal kita angkat lagi Supaya makin terkenal. Keunggulan di sini air Situ Sanghiyang tidak pernah surut walau kemarau panjang, Lokasi masih hutannya asri, Jadi sengaja ngaliwetnya di pinggir situ ini" kata Asep Sopari Alayubi kepada detikJabar, Minggu (16/8).
Pemkab Tasikmalaya berharap kegiatan seperti ini bisa menarik wisatawan, sekaligus menjadi ajang promosi potensi wisata di wilayah Tasikmalaya.
Acara ditutup dengan makan liwet bersama. Warga, panitia, dan pejabat duduk lesehan menikmati hasil masakan sambil memandang Situ Sanghyang.
"Saya sama istri ikut makan nasi liwet. Enak ternyata masakan ibu ibu di Tanjungjaya. Kita syukuri Kemerdekaan ini dengan bersama sama dan berbagi kebahagiaan," pungkas Asep.
(orb/orb)

