Kebun binatang menjadi salah satu atraksi wisata yang mudah ditemukan di berbagai negara. Namun, Kosta Rika memilih jalan berbeda. Negara di Amerika Tengah itu menutup seluruh kebun binatang publiknya sebagai bagian dari komitmen terhadap perlindungan satwa liar.
Kosta Rika memang dikenal sebagai salah satu tujuan ekowisata dunia. Negara tersebut menempatkan kelestarian alam sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisatanya.
Dilansir dari detikTravel, Pemerintah Kosta Rika membutuhkan waktu sekitar 11 tahun untuk menyelesaikan proses hukum terkait aturan yang melarang pemeliharaan satwa liar dalam kandang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aturan tersebut disahkan pada 2013. Namun, penutupan dua kebun binatang publik tidak langsung terlaksana karena berbagai gugatan dan banding terkait konsesi pengelolaannya.
Kementerian Lingkungan dan Energi Kosta Rika (Minae) akhirnya menyatakan pada 2024 bahwa pemerintah tidak lagi memperpanjang kontrak kedua kebun binatang tersebut.
Dua fasilitas yang ditutup adalah Kebun Binatang SimΓ³n BolΓvar di pusat San JosΓ© dan Pusat Konservasi San Ana.
Kebun Binatang SimΓ³n BolΓvar diketahui memiliki 374 hewan dari 56 spesies. Sementara Pusat Konservasi San Ana menampung 26 hewan dari tujuh spesies.
Satwa Tak Lagi Dipamerkan
Penutupan kebun binatang bukan berarti satwa-satwa tersebut dibiarkan begitu saja. Sekitar 400 hewan yang sebelumnya berada di bawah perawatan yayasan pengelola akan diambil alih pemerintah.
Satwa-satwa tersebut kemudian dipindahkan ke pusat penyelamatan, rehabilitasi, dan suaka margasatwa khusus.
Hewan yang masih memiliki naluri liar, sehat, dan dinilai mampu bertahan hidup di alam akan menjalani proses rehabilitasi. Setelah dinyatakan siap, mereka akan dilepasliarkan kembali.
Sementara itu, satwa yang sudah terlalu tua, mengalami cedera permanen, atau terlalu terbiasa hidup bersama manusia tidak akan dilepas ke alam. Mereka akan dirawat seumur hidup di suaka yang memberikan perlindungan.
Satwa-satwa tersebut juga tidak akan kembali ditempatkan dalam kandang untuk dipamerkan secara komersial.
Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Kosta Rika untuk mengubah cara masyarakat menikmati satwa liar. Alih-alih melihat hewan dalam kandang, wisatawan didorong untuk menikmati satwa di habitat alaminya.
Melihat Buaya di Alam Bebas
Salah satu contohnya bisa ditemukan di Rio Tarcoles. Di sana terdapat Crocodile Bridge atau Jembatan Buaya yang menjadi salah satu lokasi populer bagi wisatawan.
Di bawah jembatan, puluhan buaya Amerika berukuran besar kerap terlihat berkumpul di tepian Sungai Tarcoles. Hewan-hewan tersebut biasanya berjemur atau berenang di sekitar sungai.
Jembatan itu berada di Jalan Pacifica Fernandez Oreamuno yang menghubungkan San JosΓ© dengan sejumlah destinasi pantai populer di pesisir Pasifik, seperti Quepos dan Playa Hermosa.
Jembatan buaya kosta rika Foto: (EZEQUIEL BECERRA/AFP/Getty Images/CNN Travel) |
Lokasinya juga berada di jaluryang menghubungkan bandara terbesar Kosta Rika dengan sejumlah kota di sekitarnya. Tak heran jika kawasan tersebut ramai dilewati wisatawan.
Para pelancong biasanya berhenti di jembatan untuk melihat sekaligus memotret buaya-buaya yang berada di bawahnya.
Popularitas kawasan itu bahkan memunculkan berbagai aktivitas pendukung pariwisata. Ada pedagang yang menjual aksesori bertema buaya hingga restoran yang menggunakan kata cocodrilo atau buaya dalam nama mereka.
Wisatawan juga dapat mengikuti tur menggunakan perahu safari buaya untuk melihat satwa tersebut dari jarak lebih dekat.
Namun, interaksi dengan satwa liar tetap memiliki risiko. Aktivitas seperti memberi makan buaya secara langsung bukanlah contoh interaksi yang ideal dengan satwa liar dan dapat membahayakan manusia maupun hewan.
Kebijakan menutup kebun binatang publik dan mengarahkan wisatawan untuk menikmati satwa di habitat alaminya menjadi gambaran bagaimana Kosta Rika mencoba memadukan konservasi dengan pariwisata.
Bagi negara yang menjadikan alam sebagai salah satu kekuatan wisatanya, satwa liar tidak harus berada di balik jeruji untuk bisa menjadi daya tarik. Justru ketika dibiarkan hidup di habitatnya, keberadaan mereka menjadi bagian dari pengalaman ekowisata Kosta Rika.
Artikel ini sudah tayang di detikTravel, selengkapnya di sini

