Atasi Rob Ambulu, Pemkab Cirebon Siapkan Perbaikan Tanggul

Atasi Rob Ambulu, Pemkab Cirebon Siapkan Perbaikan Tanggul

Ony Syahroni - detikJabar
Jumat, 29 Mei 2026 16:33 WIB
Wakil Bupati Cirebon,Agus Kurniawan Budiman saat tinjau banjir rob di Desa Ambulu.
Wakil Bupati Cirebon,Agus Kurniawan Budiman saat tinjau banjir rob di Desa Ambulu. (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Menyikapi aksi unjuk rasa ratusan warga Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, yang menuntut langkah nyata pemerintah dalam menangani banjir rob, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman turun langsung meninjau lokasi terdampak, Jumat.

Kunjungan tersebut merupakan respons Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap persoalan banjir rob yang selama ini terus menghantui masyarakat pesisir Desa Ambulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam peninjauan itu, Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus itu memastikan pemerintah daerah segera melakukan penanganan jangka pendek, terutama dengan memperbaiki tanggul yang mengalami kebocoran.

"Dari total 1,4 kilometer tanggul yang telah dibangun, terdapat beberapa titik yang mengalami kebocoran. Insyaallah dalam waktu dekat akan segera kami lakukan perbaikan sebagai langkah penanganan sementara," ujar Jigus di sela peninjauan.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, perbaikan tanggul menjadi langkah mendesak untuk meminimalisasi masuknya air laut ke permukiman warga yang selama ini menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

Selain penanganan sementara, Pemkab Cirebon juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan rob dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah, kami akan berkoordinasi dengan kuwu serta dinas terkait untuk berkonsultasi dengan pemerintah pusat melalui Badan Otorita Penanggulangan Pantai Utara Jawa yang berada di bawah koordinasi kementerian terkait," jelasnya.

Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur pengendali rob, Pemkab Cirebon juga menyiapkan bantuan sosial bagi warga terdampak melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Desa Ambulu tahun ini akan menerima bantuan Rutilahu sebanyak lima unit. "Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu masyarakat yang rumahnya terdampak dan membutuhkan perbaikan," ungkap Jigus.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga meninjau kondisi SD Negeri 3 Ambulu yang turut terdampak banjir rob. Air laut yang masuk ke lingkungan sekolah dikhawatirkan mengganggu aktivitas belajar mengajar.

"Tadi kami sudah melihat langsung kondisi SD 3 Ambulu dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Selanjutnya kami akan mengusulkan bantuan agar rob tidak lagi masuk ke area sekolah," tuturnya.

Penanganan banjir rob di Desa Ambulu melibatkan sejumlah perangkat daerah, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga instansi terkait lainnya.

Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap langkah penanganan yang dilakukan secara bertahap tersebut mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat pesisir, baik dari sisi infrastruktur, pelayanan dasar, maupun bantuan sosial yang dibutuhkan warga terdampak rob.

Diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa berlangsung di halaman kantor pemerintahan dengan pengawalan aparat keamanan. Warga menyuarakan keresahan akibat rob yang dinilai semakin parah dan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat pesisir.

Dalam aksinya, warga menyampaikan enam tuntutan utama kepada pemerintah daerah. Mulai dari percepatan pembangunan tanggul laut atau giant sea wall, penetapan status tanggap darurat dan mitigasi bencana, normalisasi saluran irigasi pesisir, hingga kebijakan pembebasan atau alih fungsi lahan terdampak rob.

Selain itu, warga juga meminta rehabilitasi irigasi lingkungan permukiman dan pembebasan pajak bagi tambak yang sudah tidak produktif akibat terendam air laut.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads